Semoga, rilis.
Hai.. Apa kabar? Sudah lama tidak menuliskan patah dan tumbuh pada laman ini. Rasanya, mencari hal baru untuk merilis kecemasan yang ku punya tidak pernah berhasil. Maka ku putuskan untuk menulis kembali. Setelah banyak teman-teman yang "memaksa" untuk kembali menuliskan sajak-sajak lugas ataupun romantis. Setelah patah yang tidak berkesudahan, rasanya aku ingin menggantikan tangis dengan tawa. Ingin secepat mungkin tertawa bersama tubuh lain yang sudah ku tau hanya tubuh, nama dan suaranya saja yang berbeda. Selebihnya sama! Manusia dengan banyak luka sepertiku rasanya tidak cukup dewasa untuk memaksakan jatuh cinta dengan cepat. Semata-mata hanya untuk merasa di temani, tapi pada akhirnya luka lagi yang di tawarkan. Rasanya, membohongi diri dengan "enggak, aku mau selflove dulu" sudah tidak relevan lagi untuk ku jadikan alasan untuk tidak menerima tawaran hati yang ingin mendekat. Atau, alasan ingin bersenang-senang hanya menjadi bumerang. Ternyata sepi tidak ...
