Surat Tanda Terimakasih, padamu yang Terkasih.
Hay, Selamat Pagi
Aku tak mau tanyakan apa kabar mu, atau menanyakan malam mu.
Sebab aku tau, aku adalah satu dari hati yang kamu ucapkan selamat pagi dan kamu kehendaki menghabiskan malam dengan mu.
Surat ini ku tuliskan hanya untuk mengucapkan terimakasih, sebab datang mu membawa bahagia yang lama tak ku rasakan. Terimakasih telah banyak memberiku bahagia, memberiku tawa dan banyak hal manis yang selama ini kucari. Terimakasih sudah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk hidupmu, merencanakan masa tua dan menggapai inginmu tanpa tau lelah. Terimakasih sudah menjadi salah satu laki-laki yang jantan memelukku dalam kerumunan. Terimakasih sudah ikut mejaga hatiku dengan caramu.
Jangan terlalu sebentar membagi manis mu padaku, jangan terlalu banyak memberikan bagian pahit padaku. Sebab pamit gurat wajahmu adalah patahku. Jangan biarkan waktu cepat berlalu kalau akhirnya aku harus merasa rapuh atas keluh kita tak lagi berdua.
Benar katamu, bagaimana rasa mu padaku adalah urusanmu. Dan bagaimana hatiku untuk mu adalah urusanku. Tapi bukan berarti bagaimana sedihmu adalah urusanmu.
Berbagilah. Apapun. Jangan takut mematahkan ku, sebab patahku adalah urusanku.
Katamu, masalalu ku adalah milik ku dan masalalu mu adalah milik mu. Tapi yang harus kamu tau, masalalu mu adalah proses hidupmu yang selalu kamu bawa untuk masa depanmu.
Berenanglah sayang, atau terbanglah jika kau mau! Pergilah kebayak tempat peraduan sampai kamu lelah dan ingin pulang. Aku tunggu kamu di dalam rumah dan menjamu lelah.
Terimakasih sudah berada dalam keadaan hati saat baik-baik saja, semoga ada banyak jalan baik untuk kita bersama, selalu.
Aku tak mau tanyakan apa kabar mu, atau menanyakan malam mu.
Sebab aku tau, aku adalah satu dari hati yang kamu ucapkan selamat pagi dan kamu kehendaki menghabiskan malam dengan mu.
Surat ini ku tuliskan hanya untuk mengucapkan terimakasih, sebab datang mu membawa bahagia yang lama tak ku rasakan. Terimakasih telah banyak memberiku bahagia, memberiku tawa dan banyak hal manis yang selama ini kucari. Terimakasih sudah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk hidupmu, merencanakan masa tua dan menggapai inginmu tanpa tau lelah. Terimakasih sudah menjadi salah satu laki-laki yang jantan memelukku dalam kerumunan. Terimakasih sudah ikut mejaga hatiku dengan caramu.
Jangan terlalu sebentar membagi manis mu padaku, jangan terlalu banyak memberikan bagian pahit padaku. Sebab pamit gurat wajahmu adalah patahku. Jangan biarkan waktu cepat berlalu kalau akhirnya aku harus merasa rapuh atas keluh kita tak lagi berdua.
Benar katamu, bagaimana rasa mu padaku adalah urusanmu. Dan bagaimana hatiku untuk mu adalah urusanku. Tapi bukan berarti bagaimana sedihmu adalah urusanmu.
Berbagilah. Apapun. Jangan takut mematahkan ku, sebab patahku adalah urusanku.
Katamu, masalalu ku adalah milik ku dan masalalu mu adalah milik mu. Tapi yang harus kamu tau, masalalu mu adalah proses hidupmu yang selalu kamu bawa untuk masa depanmu.
Berenanglah sayang, atau terbanglah jika kau mau! Pergilah kebayak tempat peraduan sampai kamu lelah dan ingin pulang. Aku tunggu kamu di dalam rumah dan menjamu lelah.
Terimakasih sudah berada dalam keadaan hati saat baik-baik saja, semoga ada banyak jalan baik untuk kita bersama, selalu.
Comments
Post a Comment