HARU, AKU TEMUKAN KAMU SECEPAT ITU.. (2)

Matahari menusuk mataku, membuatku tak nyaman untuk terpejam. Saat ku buka mataku, aku melihat wajah yang asing di depanku. Menatapku dengan senyum, lalu disambutnya dengan ucapan selamat pagi "Selamat pagi Nona" lalu dengan cepat mencium keningku.

"Selamat pagi, Doni" jawabku dengan senyum mengembang.
Ku angkat tubuhku untuk duduk dan mengumpulkan nyawa.
"pegel nggak?" sapaku sambil menyentuh lengannya yang semalaman menjadi tempatku tertidur
"enggak, pernah sama yang lebih berat dari kamu" jawabnya
Aku hanya melempar senyum..

"selamat pagi yang semaleman tidur pelukan" sapa Bima
"ngapain temen gw lo Dit?" balas Mellisa dengan gaya khasnya, Ngegas.
"Tai lo Bim. Cuma cerita nabi-nabi sampai ketiduran." jawab Dito sambil menggenggam tanganku dibalik selimut.
"kalian nggak laper? sarapan yuk" ujarku memecah suasana
"mager gw, lo masak aja sana" sahut Mellisa dengan cepat.
"ogah! pesen online aja deh, capek gw" sahutku sambil merebahkan tubuhku lagi.
"Nasi padang sih" ucap Rido
"sepagi ini nyet! bubur ayam aja sih" balas Bima
"terserah lo aja deh, gw ikut" jawab Dito sembari memelukku dari belakang.

Dalam hatiku kagum, dia tidak malu memelukku di depan teman-temannya. sedangkan perkenalan kami belum ada 24jam. Dia tidak takut untuk dibicarakan macam-macam?
Aku kagum dengannya, sikapnya begitu hangat. Aku suka dengan laki-laki yang tidak malu menjaga perempuannya di depan orang banyak. Tanpa gengsi menggenggam tangan saat dalam keramaian, mengusap kepala ditengah obrolan sahabat, memeluk tenang ditengah lampu terang. Aku kembali diperlakukan sebagai wanita.
"sialan nih cowok" sahutku dalam hati.. Aku takut jatuh hati terlalu cepat, atau aku takut ini hanya sebuah permainan untuknya. Aku tak mengerti, tapi dasar Nona selalu menuruti apa yang membuatnya nyaman tanpa tau akan apa yang terjadi di depannya.

"bisa aja lo Dit, gw yang udah kenal Nona lama aja nggak pernah berani meluk. Pegang lengannya aja takut di gas" lagi-lagi, Rido mengomentari sikap Dito kepadaku.
Kami hanya tertawa, saling melempar obrolan sambil menunggu makanan kita datang.

Selesai makan, Bima, Rido dan Dito bergegas mandi karena mereka akan pergi keluar kota untuk melayat ayah dari teman kantor mereka sedangkan Mellisa sibuk dengan urusan hatinya yang belum selesai dengan mantan kekasihnya. Dito berpamitan kepadaku, mengusap kepala dan mencium keningku "aku pulang dulu ya." aku hanya mengangguk dan menarik telphone genggamnya "kalau sempat berkabar" balasku sambil memberikan lagi telphone genggamnya.
"terimakasih" jawabnya halus.
Aku dan Mellisa melepas mereka pergi dari rumah, sambil menutup gerbang setelah mereka melaju Mellisa dengan tidak sabar dan to the point melempar pertanyaan yang membuatku kaget.
"cepet amat anjing, ngapain aja lo semalem? kok bisa sih?"
"hah? apan sih lo, nggak ngapa-ngapain. Ngobrol doang dan dianya pinter treatment cewek. Yaudah"
jawabku santai dan menutupi hatiku yang berbunga-bunga
"untung nggak ada Dita" sahut Melisa
"hah? kenapa sama Dita?" ujarku kaget.
"oh iya, lo nggak tau deng ya. Dia deket gitu sama Dita. ya FWB gitu deh gosip yang nyebar di kantor" Jawab Melisa santai
"asli lo Mel? gila, nggak tau gw. nggak enak gw babi. kenapa lo nggak bilang sih?" Jawab ku panik
"Lah, lo kenapa panik deh? katanya nggak ada apa-apa yaudah santai aja sih. Lagian Dita juga udah punya cowok. Nggak usah panik, asal Doni juga mau main aman aja" ujar Mellisa sambil membakar rokok tanpa cengkeh kesukaannya.
"ya nggak gitu Mel, gw kan kenal sama Dita" balasku merasa nggak enak
"Nona, lo santai aja. Selagi Dito juga nanggepin lo dan mau pasang badan, lo nggak usah peduli. Kayak nggak pernah ngerusak hubungan orang aja deh lo" jawab Mellisa

Aku hanya terdiam dan merasa tidak percaya, kembali ku mengingat kembali apa yang terjadi sebelum aku sedekat itu dengan Doni. Aku baru sadar, Dita dan Doni selalu duduk berdekatan, beberapa kali aku menangkap betapa manjanya Dita dengan Doni dan Doni mengiyakan saja apa mau Dita. Aku juga ingat, saat perjalanan pulang dari Cafe ke rumah, Dita menelphone Doni dengan nada manja dan berubah menjadi marah.
"BODOH LO NON!".......

Comments

Popular Posts