Ryan (cerpen)
Dalam malam ku terdiam, saat bulan dan bintang menari diatas langit sedang menari dan bergurau aku hanya menangis dibawahnya.
Menurutku untuk apa ada bintang dan bulan jika tak menganggapku ada, dimana peran mereka melihatku menangissetiap malam?! Mereka lebih asik dengan kesibukan mereka sendiri. Menurutku langit akan lebih indah jika kosong, tak ada bintang, tak ada bulan. Bintang untuk menerangi langkah kita saat malam tiba? Kalau begitu kenapa manusia menciptakan lampu? Sudah ada lampu! Tak perlu kehadiran bulan dan bintang didunia kalau akhirnya mereka hanya bersenang-senang dalam setiap tetesan air mataku!
Air mataku selalu jatuh setiap hari, diatas kursi roda hanya itu yang dapat kulakukan. Buat apa ada bumi kalau aku tak mampu menapakan kakiku lagi setelah kejadian malam itu?!
Ini yang namanya keadilan?!
Mataku mulai mengeluarkan air mata saat aku teringat akan malam biadab itu! Malam dimana aku kehilangan semuanya! Apalagi saat aku meningat 1 tahun lalu saat....
Saat matanya mulai menatapku, mengulurkan tangannya dan berkata "hay, aku Ryan" senyumnya seakan mengetuk pintu hatiku yang lama terkunci.
Perkenalan yang indah waktu itu, saat baru saja aku beranjak dewasa. Keberaniannya mendekatiku yang tak semua orang mampu karna pada dasarnya aku bukan wanita yang mau berbaur dengan yang lain. Apa lagi hingga memberi kesempatan untuk mendekatiku lebih.
Kehadirannya membawaku ke dunia baru, aku dapat berlari, tertawa lepas hingga mampu bernyanyi dikala kesepian menyergapku. Bahkan saat 8bulan yang lalu kala dia berbisik "i love u rahma" seakan ku melayang jauh terbang bersama burung, menemani bintang bahkan aku merasa jauh lebih beruntung dari bulan dan bintang diangkasa. Kehadirannya benar-benar erubah semua caraku memandang dunia.
Kasih sayangnya melebihi besarnya ombak dilautan, cintanya hadirkan pelangi disetiap ketakutanku, peluknya menjagaku saat angin muli menusuk kulitku dan cium hangatnya membawaku kedalam surga dunia.
Kasih sayangnya melebihi besarnya ombak dilautan, cintanya hadirkan pelangi disetiap ketakutanku, peluknya menjagaku saat angin muli menusuk kulitku dan cium hangatnya membawaku kedalam surga dunia.
Hingga malam itu...
Malam itu tiba, malam dimana aku terakhir bisa bersamanya.
Malam itu, aku bersama teman-temanku pergi kesebuah pusat perbelanjaan seperti biasa yang sering kami lakukan saat kami mulai jenuh dengan tugas-tugas sekolah atau masalah masalah dengan pacar ataupun keluarga. Gurauan kami tiba-tiba terhenti saat aku melihat Ryan bersama wanita lain sedang makan malam bersama disebuah tempat makan dipusat perbelanjaan yang sedang aku kunjungi. Tak terkesan sebagai sepasang kekasih mereka, namun amarahku memuncak saat Ryan memberikan sebuah kotak hadiah untuk wanita itu, tanpa tunggu lama aku menyambanginya.
"Jadi ini kelakuan kamu dibelakangku?!" bentakku sembari menampar pipi Ryan
"Rahma? kamu.. aku bisa jelasin kamu salah faham sayang" jelasnya
"salah faham? Dia siapa? Lo siapa?! dasar cewek gak tau diri lo ya ganggu cowok orang" ucapku sembari menunjuk muka wanita itu
"Rahma! Jaga sikap kamu!" bentak Ryan membela wanita itu
"oh, jadi kamu lebih milih selingkuhan kamu ini dari pada aku? dibelain lo! senengkan?! haha jably lo!" bentakku semakin memuncak
Tiba-tiba tangan Ryan menarikku dan mengajakk pulang, didalam mobil kami bertengkar hebat, aku tak bisa meredam emosiku
"aku gak ada apa-apa sama dia. Dia cuma sahabat aku dari SMP, kenapa sih kamu gak pernah mau dengarin aku?" jelasnya
"sahabat? apa perlu pake kasih hadia segala?" balasku
Dia hanya terdiam, terdiam dan terdiam. Semakin memuncak amarahku melihat sikapnya, dia tak dapat mengelak lagi!
"aku mau turun disini!" ucapku membentak
Kami berrebut stir dan kecelakaan hebat itupun terjadi! Tak tau apa yang terjadi semua gelap hingga mataku terbuka. Yang aku lihat adalah kamar rumah sakit!
"ryan...!! Ryannnnn!!" teriakku histeris saat aku mengkhawatirkan keadaannya setelah kecelakaan itu terjadi
"Rahma rahma tenang sayamng" ucap mama ku sembari menangis
"mama Ryan mana ma!" tanyaku
"Ryan baik baik aja sayang yang penting kamu sembuh ya" kembali mamaku menenangkanku
"kalo dia baik kenapa dia gak disini ma!" tanyaku
"dia istirahat sayang..." ucapnya sembari meneteskan air matanya
Aku hanya terdiam, aku takut akan terjadi apapa dengannya aku merasa bersalah namun mamaku selalu menenangkanku untuk memulihkan keadaanku.
Namun apa yang dapat aku lakukan jika aku mengalami lumpuh permanen? Kaki ku tak mampu ku gerakkan lagi, aku tak mampu lagi berlari!
Tau bagaimana perasaanku?
Aku marah, aku menangis! Ini seakan siksa neraka untukku!
Tuhan tak adil! Aku lumpuuuh! Apa yang bisa aku lakukan diatas kursi roda ini?! Aku tak mampu menapakkan kakiku ditanah! Aku harus berada diatas kursi roda kemanapun aku mau.
1 bulan lebih aku berada dirumah sakit dan akhirnya aku boleh untuk pulang kerumahku. 3hari setelah kepulanganku, tak ku duga aku dikunjungi wanita itu...
"Aku datang kesini cuma mau ngasih ini. Ini dari Ryan" ucapnya membuatku kaget
"dimana dia sekarang? kenapa dia gak dateng sendiri" tanyaku
"aku gak tau..." ucapnya sembari meninggalkanku
Ku buka kotak itu, sepucuk surat dan gaun cantik berwarna putih bersih. Kubaca surat itu..
Hay sayang, apa kabar kamu? Semoga sehat ya..
Aku tau surat ini telat banget, kamu udah lama nunggu aku kenapa aku gak ada kabar..
Maafin aku Rahma aku gak bisa disamping kamu lagi untuk selamanya
Penyakitku udah mulai parah, kelainan jantung yang aku alami sudah tak mampu lagi untuk disembuhkan. Maafin aku sayang, aku gak pernah bilang sama kamu tetang ini.
Aku takut kalau kamu gak bisa nerima ini semua..
Maafin aku kalau hadiah ini dateng dianterin sama wania lain, percaya sayang dia bukan siapa-siapa dia sahabat aku satu-satunya yang tau akan penyakitku ini.
Aku ingin besok disurga kita bisa bareng-bareng ya, pake gaun itu kalau kamu kangen aku.
Aku Cinta Kamu Rahmaaaa.....
"jadi..." ucapku tak percaya.
"ahhh.... mama! Mama anterin aku maaaa" teriakku histeris
"kamu kenapa sayang?" tanya mamaku
"ma, jawab jujur! Ryan mana maaa?!"
"Ryan...."
"Ryan mana maa! Ryan kenapa?!"
"Ryan sudah meninggal nak" ucap mamaku
"apa?! gak mungkin ma gak mungkin! mama pasti bohong sama Rahma kan? mama bohong"
"maafin mama sayang, kecelakaan itu membuat Ryan koma 1 minggu lebih. Karna benturan keras dikepalnya. Akhirnya dia sudah enggak ketolong karena kelainan jantungnya juga sayang" ucap mamaku menangis
"Rahma mau ke makam Ryan mah" Ucapku mulai melemas
Akhirnya mama ku mengantarkan ku kemakam kekasihku, ditambah dengan nisan yang tertera nama kekasihku.
"Kenapa kamu tinggalin aku yan? kenapa kamu tega! Kenapa kamu enggak ngajakin aku sih? kenapa!!! maafin aku yan ini semua gara-gara aku!!!!!!!!!!!"
Kalau saja malam itu..
Selamat jalan sayang, tunggu aku segera menyusulmu dan kita akan bersama berdua...
bun pengen ikut nangis :"""
ReplyDeletecup cup sayang :** hihi
Deletemwehehe {} iya bun terharuw :D
ReplyDelete