Cinta sekenario (cerpen)
Pagi ini, hari baru untuk sesuatu yang baru. Langkah pastiku teguh dalam jalan yang sangat asing bagiku.
Hari pertama menjadi seorang mahasiswi dan bukan lagi menjadi anak manja dengan seragam yang ku kenakan, disinilah ku temukan cinta baruku.
1minggu lamanya kujalani maa orientasi dengan semangat, sangat antusias dengan masa-masa baruku. Perkenalan dengan banyak teman baru, dengan kakak kakak senior juga membuatku semakin semangat menjalani ini semua, hingga ku kenal Dia. Rio, kakak angkatan yang juga menjadi panitia ospek saat itu. Bukan orang yang orang sangka dia merebut sebagian perhatianku, kekocakan dia membuatku tak menyangka aku menyimpan rasa untuknya. Dia membantuku tertawa lepas, melepaskan semua beban hidupku sejenak. Ku bayangkan kalau saja aku dapat bersamanya setiap saat bersamanya, pasti hariku akan lebih berwarna dengan banyolan-banyolannya. Dan tak ku sangka, dia juga serasa menunjukan keperdulian yang lebih untukku dari pada ke yang lain. Walaupun tak sering kami berbincang, namun kami sering bertegur sapa, saling mencuri pandang dan memberi senyum kecil. Dan yang lebih menggembirakan, saat malam puncak dan pembubaran acara ospek dia mengajaku naik keatas panggung besar sembari bernyanyi "Kisah Romantis". Rasanya ku berada diatas awan, melayang jauh ku dibuatnya. Pipiku memerah akan perilakunya, senyumnya dan tatapannya membuatku terpaku, ku seakan menjadi putri dalam istana megah.
"Dera, aku suka sama kamu. I wanna be with u forever" sepenggal katanya dan memberikan buqet mawar merah, didepan ribuan mahasiswa angkatanku dan semua panitia ospek ini. Mimpi indah ku akan menjadi kenyataan sebentar lagi. Dunia akan ku miliki sekarang dan dia akan menjadi pelukis handal dihari-hariku. Senyumku mengembang akan sorak sorai semua yang menyaksikan kejadian langka ini.
Tak bisa ku katakan dengan apapun dan sekali lagi dia berkata "apa kamu punya harapan yang sama? mungkin terlalu cepat, enggak pacaran dulu juga gapapa kok. Tapi kasih kesempatan aku buat buktiin perasaan aku ke kamu"jelasnya yang membuat gaduh suasana.
"ini terlalu cepat kak buat putusin kayak gini, tapi..." jawabku terputus
Sejenak aku terdiam, memantapkan hati dan meneguhkan pilihanku agar tak pernah kusesali akan keputusanku ini, ku liat mukanya tampak pucat. Senyum indahnya berubah menjadi ketegangan, tiba-tiba semua hening seakan mereka menunggu jawabanku.
"tapi enggak ada salahnya buat menerima kamu" sambungku
Ya, aku menerimanya. Aku memutuskan untuk bersamanya melewati hari-hari baruku. Semua orang berteriak histeis saat tubuhku dipeluknya didepan semua mata, ku dengar lirih kata-katanya yang dia bisikan tepat di daun telingaku "Aku sayang kamu, aku janji bakal jadi yang terbaik buat kamu"
Tak kusangka ini benar terjadi, kalaupun ini mimpi aku tak mau membuka mataku untuk pergi dari mimpi indah ini tak mau aku menyingkir dari kebahagiaan ini. Acara terus berlanjut, diajaknya aku turun dari atas panggung dan semua orang memberi selamat kepadaku, teman-temannya, teman-temanku semuanya! Dirangkulnya aku saat sebagian orang mengajaknya berbincang kecil akan keberaniannya mengungkapkan perasaannya kepadaku didepan umum, perilakunya membuatku nyaman. Tak henti-hentinya ku di buatnya tersenyum
"asli! gila banget lu bro! keren, gak nyangka selera lo bagus banget. kecolongan start gue. selamat bro! Lo beruntung" ucap salah satu temannya saat melihat kami bersama.
Tangannya selalu menggandengku saat berjalan menyusuri banyak manusia saat itu, ribuan pasang mata melihat kami hingga kami menjauh dari tempat keramaian itu. Dibawanya aku di danau kampus yang tak jauh dari situ, tangannya menggandengku sejak tadi dan tak pernah dia lepaskan walaupun hanya untuk membenahkan posisi tangan kami. Lagi-lagi aku dibuatnya terkagum-kagum, tataan lilin berbentuk hati dan taburan bunga mawar merah melengkapi semua ini
"hampi aja aku gagal bawa kamu ketempat ini kalau kamu tadi nolak aku" ucapnya sembari mengajakku duduk dibangku yang terletak ditengah-tengah lilin berbentuk hati itu
"kamu suka?" jawabnya sembari menggenggam kedua tanganku dan dia bersimpu didepanku
"banget! kamu sumpah kak ini bener-bener gila. bikin aku gak bisa ngomong apa-apa" balasku
"aku juga seneng banget kalau kamu juga seneng sama ini semua" jawabnya dan menciun tanganku
"apaan sih kak, nambah bikin melting" ucapku malu
"terus sekarang kita pacaran atau masih pdkt?" ucapnya membuatku tertawa kecil
"maunya?" balasku sambil tertawa
"maunya pacaran sambil pdkt" ucapnya tanpa basa-basi dengan posisi dia masih bersimpu dihadapanku
"yaudah ngikut mau kamu aja" balasku singkat
"jadi kita pacaran?" tanyanya sekali lagi
"ih pake nanyak lagi. Iya kak pacar" jawabku tersipu
"yesssss!!!!!!!!!" teriaknya
"ecieeeeeee" tiba-tiba teman-temannya keluar dari persembunyian mereka dan membawa skotak kecil berwarna merah hati yang diberikan kepada Rio
"apa lagi sih?" tanyaku tak mengerti
"kaget ya? jangen kaget, pacaran sama dia banyak kejutan" jawab salah satu temannya
Aku hanya tersenyum dan menatap Rio yang ada didepanku
"aku mau kasih ini" jawabnya sembari membuka kotak itu yang ternyata sebuah kalung berliontin hati
Aku tak mampu berkata-kata, dia benar-benar membuatku menjadi ratu diistana cintanya.
"aku pakein ya?" ucapnya dan aku hanya mengangguk
"makasih ya" ucapku saat selesai dia memasangkan kalung itu
Dia hanya mengangguk dan mencium keningku setelah itu dia menggenggam kedua lenganku dan menatap mataku tajam "Aku sayang kamu Dera" ucapnya lagi
"Aku juga sayang kamu Rio" balasku dan kamipun berpelukan.
Sejak malam itu, hariku berbeda, aku mulai kegiatan perkuliahanku dengan tawa yang selalu ada disetiap ku membuka mata, semangat pagiku terisi penuh saat ku bangun pagiku diisi oleh pesan singkat dari dia "selamat pagi bidadariku, selamat melakukan aktifitas hari ini ya :) aku sayang kamu! sampai jumpa di kamus sayang :*"
Aku selalu berbunga-bunga, senyumku selalu meraja tak pernah ku kenal amarah bahkan tangisan selama aku bersamanya. Dia memberikan sejuta cinta hingga usia hubungan kami tepat satu bulan.
Hari itu datang, hari dimana aku kehilangan mentariku.
Aku berniat memberikan kejutan untuknya saat hubungan kami menginjak 1 bulan, ku siapkan cup cake dengan avatar kami berdua diatas cup cake itu, kusambangi tempat biasa dia berkumpul dengan teman-temannya aku tak sabar mendapatkan kecupan hanget dikeningku saat dia melihat kejutan yang aku berikan. Namun ternyata, aku yang diberinya kejutan dengan kata-kata yang ku dengar dari obrolan mereka
"sialan lo bro! sukses bikin ospek kita keren! Sandiwara kita sukses! Lo udah macarin salah satu mahasiswa baru buat ngedongkrak kepanitiaan tahun kita bro!" ucap salah satu teman laki-lakinya
"iya bener banget! gimana gak sukses coba? so sweet banget, terus gimana sama hubungan lo sama Dera? udah sebulan kan? selesai tugas lo buat pura-pura jadi pacarnya" tanya teman perempuannya disambut dengan tawaan teman-teman yang lain
Betapa hancurnya aku, dibuatnya aku melayang dan sekarang dihempaskannya aku begitu saja. Aku adalah bagian dari rencana besar kepanitiaan ospek kampus ku! Hatiku benar-benar hancur, air mataku tak mampu ku tahan. Kakiku, tanganku dingin! Amarahku memuncak dan tanpa ragu ku letakkan dengan keras cup cake yang sudah aku bawa di meja yang berada tepat di hadapan Rio.
"lo sukses!" ucapku dan menatap rio dengan penuh dendam
"sayang, kamu?" ucapnya kaget
Semua mata memandangku, muka mereka berubah menjadi bersalah melihatku meneteskan air mata
"kenapa? masih panggil sayang? jatah lo pacaran sama gue kan cuma sebulan, dan ini udah sebulan. udah selesai dong?" jawabku tak perdui bahwa yang ada dihadapanku adalah kakak kakak seniorku
"aku bisa jelasin sayang, kamu jangan salah faham" ucapnya sembari berusaha meraih tanganku, namun dengan cepat aku melepaskan tangannya
"gue udah dengar! dan menurut gue ini udah jelas banget! Makasih ya semuanya" ucapku sembari meninggalkan mereka.
Aku kehilangan semangat ku lagi, aku kehilangan senyumku yang selaa ini menghiasi langkahku.
Aku kehilangan cintaku yang ternyata tak pernah dia mencintaiku seperti apa yang selalu dia katakan, aku membenci semua ini!
Kenapa aku harus terluka saat aku merasa jatuh cinta! Kenapa aku harus menagis setelah aku merasakan kebahagiaan yang tak ada hentinya! Aku hanyalah bagian dari sekenario yang dia buat bersama teman-temanya.
Hatiku hancur! Aku tak mampu lagi untuk berdiri, aku tak mampu untuk menatap! Aku tak punya matahari lai, aku tak punya nyawa dan keberanian untuk meneria kenyataan ini.Aku malu, kalau saja berita ini sampai didengar teman-temannku. Aku tak sanggup menerima kalau aku hanya menjadi barang mainan saja! Aku susah mencintai seseorang, namun saat aku merasa dia adalah bagian hidupku ternyata ini adalah sandiwara!!!!
2minggu lebih aku berusaha menghindari Rio dan teman-temannya. Aku tak mau mengangkat telphone Rio, aku selalu meninggalkan dia saat dia berusaha menemuiku dimanapun itu. Apa yang akan dia lakukan! Belum pusa dia menyakitiku?
Tiba-tiba langkahku terarah didanau, danau yang menjadi saksi bersatunya cinta palsu kami. Aku menangis semau hatiku disana, ditemani kicauan burung, desiran angin ikan-ikan yang berenang kesana kemari bahkan bersama lilin-lilin yang hampir rusak bekas malam beberapa bulan yang lalu. Terputar ;agi memoriku bersamanya, mulai dari malam itu Hingga kata-katanya "aku mau kamu jadi yang terakhir buat aku. aku gak akan sakitin kamu" Lamunanku kembali memasuki memori indah bersamanya, sikapnya, perlakuannya kepadaku! Ah, hatiku mulai merasa tak mampu untuk bertahan!
"aku tau kamu pasti kesini" ucap sosok laki-laki itu, ya Rio
"mau apa lo kesini?!" bentakku yang berusaha pergi dari tempat itu, namun gagal karena Rio menahanku dengan cengkeraman tangannya yang keras
"Rio sakit!" ucapku meronta
"Maafin aku aku terpaksa, aku cuma pengen kamu dengerin penjelasaan aku!" ucapnya yang tak kalah kerasnya
"buat apa lagi sih! semuanya udah jelas dan gak ada lagi yang perlu kamu jelasin!dan kamu gakusah ganggu aku lagi" ucapku membentaknya
"aku gak akan ganggu kamu lagi setelah aku jelasin ini semua" ucapnya membalikan badan dan menatapku. Aku hanya terdiam dan menangis, tak kuasa aku menatap matanya lagi aku takut aku tak bisa menepiskan perasaanku ini.
"maafin kita dera, ini saah kita" tiba-tiba teman-teman Rio datang dengan muka bersalahnya yang selalu ku anggap itu hanyalah sandiwara
"iya emnag kalian salah!" ucapku membentak, Rio menatapku seakan tak percaya akan sikapku yang berubah
"aku nembak kamu itu suruhan anak-anak biar ospek kita ramai dan berkesan uat anak-anak dan buat kamu. Mahasiswa baru paling cantik versi panitia, tapi sumpah demi Tuhan!! perasaanku bukan sandiwara. Dari pertama kali kamu masuk dengan senyuman malu-malu kamu. tatapan mata kamu, aku suka sama kamu! Perasaan aku perlahan tumbuh seiring berjalannya waktu, kamu istimewa buat aku! Kamu beda dari cewek-cewek cantik lainnya!" jelasnya panjang lebar
"bohong! kamu bohong!! kalau kemarin kamu bisa bohong, terus sekarang aku harus percaya sama kamu?! akting kamu hebat! Cara kamu perlakuin aku, peluk aku,perhatiin aku bahkan natap aku! itu kayak beneran! WOW" ucapku sengak karena amarahku
"terserah kalau kamu gak percaya! yang jelas aku cinta banget sama kamu!" ucapnya meninggalkanku
"Rio, mau kemana lu?!" teriak salah satu temannya
Aku mulai tertunduk dan menata emosiku, aku mulai menyadari cintanya yang asli tanpa kepalsuan. Dia menjagaku dari segala macam ancaman, dia membawaku dalam indahnya dunia dan satu yang membuatku semakin tersadar tatapan matanya! Mata tak akan dapat membohongi perasaannya sendiri. Tanpa kata-kata, ku kejar kepergian Rio yang telah meninggalkanku dari danau itu, disusul oleh teman-temannya
"Rio tunggu aku" teriakku dan diapun berhenti dan berbalik badan segera ku lari dan memeluknya
"maafin aku! aku sayang sama kamu" ucapku sembari memeluk dan menangis di dadanya yang kekar
Dia hanya terdiam dan membalas pelukanku.
"janji jangan ulangi kebodohan kamu! janji jangan bohong dan janji jangan tinggalin aku kayak tadi Rio" ucapku sembari menahan sesak didadaku
"aku janji gak akan pernah nyakitin kamu apalagi tinggalin kamu. Maafin aku sayang! Tapi kamu janji jangan lagi nangis. Itu bikin aku sakit!" ucapnya menatap mataku yang sembab karna tangisanku
aku hanya mengangguk dan kembali memeluknya.
Aku kembali ada dipelukan orang yang aku cinta, Tuhan atur semuanya dengan baik dan apa yang terjadi adalah kuasa Tuhan yang paling indah....
Hari pertama menjadi seorang mahasiswi dan bukan lagi menjadi anak manja dengan seragam yang ku kenakan, disinilah ku temukan cinta baruku.
1minggu lamanya kujalani maa orientasi dengan semangat, sangat antusias dengan masa-masa baruku. Perkenalan dengan banyak teman baru, dengan kakak kakak senior juga membuatku semakin semangat menjalani ini semua, hingga ku kenal Dia. Rio, kakak angkatan yang juga menjadi panitia ospek saat itu. Bukan orang yang orang sangka dia merebut sebagian perhatianku, kekocakan dia membuatku tak menyangka aku menyimpan rasa untuknya. Dia membantuku tertawa lepas, melepaskan semua beban hidupku sejenak. Ku bayangkan kalau saja aku dapat bersamanya setiap saat bersamanya, pasti hariku akan lebih berwarna dengan banyolan-banyolannya. Dan tak ku sangka, dia juga serasa menunjukan keperdulian yang lebih untukku dari pada ke yang lain. Walaupun tak sering kami berbincang, namun kami sering bertegur sapa, saling mencuri pandang dan memberi senyum kecil. Dan yang lebih menggembirakan, saat malam puncak dan pembubaran acara ospek dia mengajaku naik keatas panggung besar sembari bernyanyi "Kisah Romantis". Rasanya ku berada diatas awan, melayang jauh ku dibuatnya. Pipiku memerah akan perilakunya, senyumnya dan tatapannya membuatku terpaku, ku seakan menjadi putri dalam istana megah.
"Dera, aku suka sama kamu. I wanna be with u forever" sepenggal katanya dan memberikan buqet mawar merah, didepan ribuan mahasiswa angkatanku dan semua panitia ospek ini. Mimpi indah ku akan menjadi kenyataan sebentar lagi. Dunia akan ku miliki sekarang dan dia akan menjadi pelukis handal dihari-hariku. Senyumku mengembang akan sorak sorai semua yang menyaksikan kejadian langka ini.
Tak bisa ku katakan dengan apapun dan sekali lagi dia berkata "apa kamu punya harapan yang sama? mungkin terlalu cepat, enggak pacaran dulu juga gapapa kok. Tapi kasih kesempatan aku buat buktiin perasaan aku ke kamu"jelasnya yang membuat gaduh suasana.
"ini terlalu cepat kak buat putusin kayak gini, tapi..." jawabku terputus
Sejenak aku terdiam, memantapkan hati dan meneguhkan pilihanku agar tak pernah kusesali akan keputusanku ini, ku liat mukanya tampak pucat. Senyum indahnya berubah menjadi ketegangan, tiba-tiba semua hening seakan mereka menunggu jawabanku.
"tapi enggak ada salahnya buat menerima kamu" sambungku
Ya, aku menerimanya. Aku memutuskan untuk bersamanya melewati hari-hari baruku. Semua orang berteriak histeis saat tubuhku dipeluknya didepan semua mata, ku dengar lirih kata-katanya yang dia bisikan tepat di daun telingaku "Aku sayang kamu, aku janji bakal jadi yang terbaik buat kamu"
Tak kusangka ini benar terjadi, kalaupun ini mimpi aku tak mau membuka mataku untuk pergi dari mimpi indah ini tak mau aku menyingkir dari kebahagiaan ini. Acara terus berlanjut, diajaknya aku turun dari atas panggung dan semua orang memberi selamat kepadaku, teman-temannya, teman-temanku semuanya! Dirangkulnya aku saat sebagian orang mengajaknya berbincang kecil akan keberaniannya mengungkapkan perasaannya kepadaku didepan umum, perilakunya membuatku nyaman. Tak henti-hentinya ku di buatnya tersenyum
"asli! gila banget lu bro! keren, gak nyangka selera lo bagus banget. kecolongan start gue. selamat bro! Lo beruntung" ucap salah satu temannya saat melihat kami bersama.
Tangannya selalu menggandengku saat berjalan menyusuri banyak manusia saat itu, ribuan pasang mata melihat kami hingga kami menjauh dari tempat keramaian itu. Dibawanya aku di danau kampus yang tak jauh dari situ, tangannya menggandengku sejak tadi dan tak pernah dia lepaskan walaupun hanya untuk membenahkan posisi tangan kami. Lagi-lagi aku dibuatnya terkagum-kagum, tataan lilin berbentuk hati dan taburan bunga mawar merah melengkapi semua ini
"hampi aja aku gagal bawa kamu ketempat ini kalau kamu tadi nolak aku" ucapnya sembari mengajakku duduk dibangku yang terletak ditengah-tengah lilin berbentuk hati itu
"kamu suka?" jawabnya sembari menggenggam kedua tanganku dan dia bersimpu didepanku
"banget! kamu sumpah kak ini bener-bener gila. bikin aku gak bisa ngomong apa-apa" balasku
"aku juga seneng banget kalau kamu juga seneng sama ini semua" jawabnya dan menciun tanganku
"apaan sih kak, nambah bikin melting" ucapku malu
"terus sekarang kita pacaran atau masih pdkt?" ucapnya membuatku tertawa kecil
"maunya?" balasku sambil tertawa
"maunya pacaran sambil pdkt" ucapnya tanpa basa-basi dengan posisi dia masih bersimpu dihadapanku
"yaudah ngikut mau kamu aja" balasku singkat
"jadi kita pacaran?" tanyanya sekali lagi
"ih pake nanyak lagi. Iya kak pacar" jawabku tersipu
"yesssss!!!!!!!!!" teriaknya
"ecieeeeeee" tiba-tiba teman-temannya keluar dari persembunyian mereka dan membawa skotak kecil berwarna merah hati yang diberikan kepada Rio
"apa lagi sih?" tanyaku tak mengerti
"kaget ya? jangen kaget, pacaran sama dia banyak kejutan" jawab salah satu temannya
Aku hanya tersenyum dan menatap Rio yang ada didepanku
"aku mau kasih ini" jawabnya sembari membuka kotak itu yang ternyata sebuah kalung berliontin hati
Aku tak mampu berkata-kata, dia benar-benar membuatku menjadi ratu diistana cintanya.
"aku pakein ya?" ucapnya dan aku hanya mengangguk
"makasih ya" ucapku saat selesai dia memasangkan kalung itu
Dia hanya mengangguk dan mencium keningku setelah itu dia menggenggam kedua lenganku dan menatap mataku tajam "Aku sayang kamu Dera" ucapnya lagi
"Aku juga sayang kamu Rio" balasku dan kamipun berpelukan.
Sejak malam itu, hariku berbeda, aku mulai kegiatan perkuliahanku dengan tawa yang selalu ada disetiap ku membuka mata, semangat pagiku terisi penuh saat ku bangun pagiku diisi oleh pesan singkat dari dia "selamat pagi bidadariku, selamat melakukan aktifitas hari ini ya :) aku sayang kamu! sampai jumpa di kamus sayang :*"
Aku selalu berbunga-bunga, senyumku selalu meraja tak pernah ku kenal amarah bahkan tangisan selama aku bersamanya. Dia memberikan sejuta cinta hingga usia hubungan kami tepat satu bulan.
Hari itu datang, hari dimana aku kehilangan mentariku.
Aku berniat memberikan kejutan untuknya saat hubungan kami menginjak 1 bulan, ku siapkan cup cake dengan avatar kami berdua diatas cup cake itu, kusambangi tempat biasa dia berkumpul dengan teman-temannya aku tak sabar mendapatkan kecupan hanget dikeningku saat dia melihat kejutan yang aku berikan. Namun ternyata, aku yang diberinya kejutan dengan kata-kata yang ku dengar dari obrolan mereka
"sialan lo bro! sukses bikin ospek kita keren! Sandiwara kita sukses! Lo udah macarin salah satu mahasiswa baru buat ngedongkrak kepanitiaan tahun kita bro!" ucap salah satu teman laki-lakinya
"iya bener banget! gimana gak sukses coba? so sweet banget, terus gimana sama hubungan lo sama Dera? udah sebulan kan? selesai tugas lo buat pura-pura jadi pacarnya" tanya teman perempuannya disambut dengan tawaan teman-teman yang lain
Betapa hancurnya aku, dibuatnya aku melayang dan sekarang dihempaskannya aku begitu saja. Aku adalah bagian dari rencana besar kepanitiaan ospek kampus ku! Hatiku benar-benar hancur, air mataku tak mampu ku tahan. Kakiku, tanganku dingin! Amarahku memuncak dan tanpa ragu ku letakkan dengan keras cup cake yang sudah aku bawa di meja yang berada tepat di hadapan Rio.
"lo sukses!" ucapku dan menatap rio dengan penuh dendam
"sayang, kamu?" ucapnya kaget
Semua mata memandangku, muka mereka berubah menjadi bersalah melihatku meneteskan air mata
"kenapa? masih panggil sayang? jatah lo pacaran sama gue kan cuma sebulan, dan ini udah sebulan. udah selesai dong?" jawabku tak perdui bahwa yang ada dihadapanku adalah kakak kakak seniorku
"aku bisa jelasin sayang, kamu jangan salah faham" ucapnya sembari berusaha meraih tanganku, namun dengan cepat aku melepaskan tangannya
"gue udah dengar! dan menurut gue ini udah jelas banget! Makasih ya semuanya" ucapku sembari meninggalkan mereka.
Aku kehilangan semangat ku lagi, aku kehilangan senyumku yang selaa ini menghiasi langkahku.
Aku kehilangan cintaku yang ternyata tak pernah dia mencintaiku seperti apa yang selalu dia katakan, aku membenci semua ini!
Kenapa aku harus terluka saat aku merasa jatuh cinta! Kenapa aku harus menagis setelah aku merasakan kebahagiaan yang tak ada hentinya! Aku hanyalah bagian dari sekenario yang dia buat bersama teman-temanya.
Hatiku hancur! Aku tak mampu lagi untuk berdiri, aku tak mampu untuk menatap! Aku tak punya matahari lai, aku tak punya nyawa dan keberanian untuk meneria kenyataan ini.Aku malu, kalau saja berita ini sampai didengar teman-temannku. Aku tak sanggup menerima kalau aku hanya menjadi barang mainan saja! Aku susah mencintai seseorang, namun saat aku merasa dia adalah bagian hidupku ternyata ini adalah sandiwara!!!!
2minggu lebih aku berusaha menghindari Rio dan teman-temannya. Aku tak mau mengangkat telphone Rio, aku selalu meninggalkan dia saat dia berusaha menemuiku dimanapun itu. Apa yang akan dia lakukan! Belum pusa dia menyakitiku?
Tiba-tiba langkahku terarah didanau, danau yang menjadi saksi bersatunya cinta palsu kami. Aku menangis semau hatiku disana, ditemani kicauan burung, desiran angin ikan-ikan yang berenang kesana kemari bahkan bersama lilin-lilin yang hampir rusak bekas malam beberapa bulan yang lalu. Terputar ;agi memoriku bersamanya, mulai dari malam itu Hingga kata-katanya "aku mau kamu jadi yang terakhir buat aku. aku gak akan sakitin kamu" Lamunanku kembali memasuki memori indah bersamanya, sikapnya, perlakuannya kepadaku! Ah, hatiku mulai merasa tak mampu untuk bertahan!
"aku tau kamu pasti kesini" ucap sosok laki-laki itu, ya Rio
"mau apa lo kesini?!" bentakku yang berusaha pergi dari tempat itu, namun gagal karena Rio menahanku dengan cengkeraman tangannya yang keras
"Rio sakit!" ucapku meronta
"Maafin aku aku terpaksa, aku cuma pengen kamu dengerin penjelasaan aku!" ucapnya yang tak kalah kerasnya
"buat apa lagi sih! semuanya udah jelas dan gak ada lagi yang perlu kamu jelasin!dan kamu gakusah ganggu aku lagi" ucapku membentaknya
"aku gak akan ganggu kamu lagi setelah aku jelasin ini semua" ucapnya membalikan badan dan menatapku. Aku hanya terdiam dan menangis, tak kuasa aku menatap matanya lagi aku takut aku tak bisa menepiskan perasaanku ini.
"maafin kita dera, ini saah kita" tiba-tiba teman-teman Rio datang dengan muka bersalahnya yang selalu ku anggap itu hanyalah sandiwara
"iya emnag kalian salah!" ucapku membentak, Rio menatapku seakan tak percaya akan sikapku yang berubah
"aku nembak kamu itu suruhan anak-anak biar ospek kita ramai dan berkesan uat anak-anak dan buat kamu. Mahasiswa baru paling cantik versi panitia, tapi sumpah demi Tuhan!! perasaanku bukan sandiwara. Dari pertama kali kamu masuk dengan senyuman malu-malu kamu. tatapan mata kamu, aku suka sama kamu! Perasaan aku perlahan tumbuh seiring berjalannya waktu, kamu istimewa buat aku! Kamu beda dari cewek-cewek cantik lainnya!" jelasnya panjang lebar
"bohong! kamu bohong!! kalau kemarin kamu bisa bohong, terus sekarang aku harus percaya sama kamu?! akting kamu hebat! Cara kamu perlakuin aku, peluk aku,perhatiin aku bahkan natap aku! itu kayak beneran! WOW" ucapku sengak karena amarahku
"terserah kalau kamu gak percaya! yang jelas aku cinta banget sama kamu!" ucapnya meninggalkanku
"Rio, mau kemana lu?!" teriak salah satu temannya
Aku mulai tertunduk dan menata emosiku, aku mulai menyadari cintanya yang asli tanpa kepalsuan. Dia menjagaku dari segala macam ancaman, dia membawaku dalam indahnya dunia dan satu yang membuatku semakin tersadar tatapan matanya! Mata tak akan dapat membohongi perasaannya sendiri. Tanpa kata-kata, ku kejar kepergian Rio yang telah meninggalkanku dari danau itu, disusul oleh teman-temannya
"Rio tunggu aku" teriakku dan diapun berhenti dan berbalik badan segera ku lari dan memeluknya
"maafin aku! aku sayang sama kamu" ucapku sembari memeluk dan menangis di dadanya yang kekar
Dia hanya terdiam dan membalas pelukanku.
"janji jangan ulangi kebodohan kamu! janji jangan bohong dan janji jangan tinggalin aku kayak tadi Rio" ucapku sembari menahan sesak didadaku
"aku janji gak akan pernah nyakitin kamu apalagi tinggalin kamu. Maafin aku sayang! Tapi kamu janji jangan lagi nangis. Itu bikin aku sakit!" ucapnya menatap mataku yang sembab karna tangisanku
aku hanya mengangguk dan kembali memeluknya.
Aku kembali ada dipelukan orang yang aku cinta, Tuhan atur semuanya dengan baik dan apa yang terjadi adalah kuasa Tuhan yang paling indah....
Comments
Post a Comment