Tangisanmu?

saat ku duduk disampingmu, kurasakan semua rasa percaya diriku menggebu
bersamamu adalah hal sangat menyenangkan
kurasakan hangatnya tatapan matamu dan hangat pelukmu
dalam dekapmu ku tertegun, betapa kurasakan kedamaian bersamamu
tatapan matamu..
kulihat awan hitam bersama rintikan air mata yang jatuh bersama luka
perasaan ini...
hanya kita berdua yang tau dan rasakan
semakin ku menjauh, semakin ku tak mampu melepaskan bayanganmu
haruskah ku bertanya untuk kesekian kalinya tentang semua ini?
kenapa  waktu tak berteman bersamaku saat ini?!
Aku mencintainya, dan diapun mencintaiku!
Namun kenapa harus ada luka disaat kita bersama merajut cinta?!
Dan kenapa harus banyak yang tak mampu membiarkan kami bersatu?
sikapku? atau sikapnya?
Terlalu jauh mungkin rasa sakit yang mereka rasakan saat kami bersama
Namun adilkah jika cinta ini tak mampu bersatu hanya karna mereka?
Tapi apakah kami hanya terbelenggu cinta kami saja?
Kesalahan apa yang terjadi, aku mencintai laki-laki yang menyakitiku?
Haruskan aku membencinya disaat aku menangis saat dia terjatuh dalam perjalanan hidupnya?
Saat di meronta kesakitan akan dirinya, aku selalu menagisinya?!
Apa yang terjadi? Dia menjagaku sama seperti dia menjaga sekuntum mawar ditaman.
Tak boleh satu orangpun memetiknya hanya untuk bermain-main.
Sadarkah kau, betapa terlukanya aku saat kau berkata..
"tak akan ku biarkan kau pergi bersama laki-laki bajingan sepertiku! Tak ada yang boleh menyentuh mawarku hanya untuk kesenangan semata! tak akan ku biarkan kau terluka parah untuk kedua kalinya. Kau wanita yang tak pantas menagis. Kau bagaikan berlian yang tak mampu aku beli, walaupun telah ku miliki dulu. Berlianku hilang akan kesalahanku melukainya hanya karna kesenangan, walaupun takkan ku dapati kau menjadi jiwaku kelak. Kusadari akan kesalahanku yang tak mampu kau maafkan, tapi izinkan aku menjagamu. Berjanjilah untuk hidup bahagia bersama dia kelak? Baru akan ku lepaskan engkau dari istana ini"
Aku mencintaimu lebih dari apapun! Aku ada disisimu saat kau butuhkan aku
Aku mampu mendengarkan keluh kesahmu dengan yang lain. 
Namun jangan biarkan aku mendengar kata-kata itu
Cukup untukku berusaha membebaskanmu pergi
Semua orang tau kalau aku masih dalam bayangmu!
Takkan ku temui laki-laki sepertimu, sampai ujung usiakupun aku tak kan mampu bertemu sosok mu di laki-laki lain.
Tapi percayalah, percayalah aku akan mampu mencintai "suamiku" kelak..
Percayalah, tak akan ada yang mampu menyakiti hatiku yang telah terkikis ombak ini
Karna ketauilah, aku terluka bukan karna sikapmu! 
tetapi karna cintaku untukmu....
Bahagialah sekarang, gapailah asamu kemanapun itu
Sepanjang perjalanan hidupmu kelak, kau akan temui wanita yang jauh lebih baik dariku dan aku akan hadir bahan aku bersedia menjadi pengiring pengantinmu kelak..
Bahagialah sayang, tertawalah
Jangan jatuhkan air mata itu dihadapanku! Jaangan biarkan aku melihatmu menangis, karna ketaulah.
Tetesan air matamu bagaikan api yang jatuh dihatiku...
Maafkan aku yang tak mampu disisimu lagi, maafkan aku yang tak mampu menjadi yang kau mau dan yang terakhir untukmu..
Ku harap kelak "istri"mu akan mampu menerimaku juga menjadi saudarinya
Aku berjaji demi langit dan bumi!
Tak akan ku ganggu hidupmu kelak
Kita akan hidup bahagia dengan kisah kita yang baru, walaupun bukan dengan mimpi kita....

Comments

Popular Posts