True Love (cerpen)
SMA Bintang Harapan..
Sekolah inilah tempat dimana semua kenangan ini dimulai!
Kota sejuk yang lama ku nantikan, dan sekarang aku berdiri disini.
Aku Natalia Dewi, seorang gadis sederhana dengan sejuta tawa yang tesimpan.
Sekolah ini lah yang membuat hariku semakin berbeda, orang tua dipindah tugaskan ke kota yang indah dan nyaman ini, Bandung. Dan ini pula alasanku utuk melanjutkan sekolahku keBandung.
Bukan pindah sekolah karena setelah lulus SMP baru aku meneruskannya pendidikannku di SMA Bintang Harapan! sekolah yang nyaman dan begitu menyenangkan termasuk teman laki-lakiku ini Galang Pramuangkasa, laki-laki tampan, bersuara indah dan DIA IDOLAKU!
Sejak kelas 1 SMA aku mulai menaruh hati dengannya, namun keterbatasanku membuatku tidak PD utuk sekedar menyapanya. Dia memang termasuk golongan high class dan beda jauh denganku. Ya walaupun orang tuaku boleh dibilang orang kaya, tapi bukan berarti aku juga harus hidup dengan keglamoran ini.
2tahun berlalu dan tanpa kemajuan dalam hubungan percintaanku dengan siapapun! Tubuhku yang tak terlalu tinggi dan tidak terlalu kurus, wajahku tidak terlalu cantik dan dandananku juga tidak terlalu berbeda dengan teman-temanku bukan menjadi alasan kenapa aku belum mau untuk menjalin suatu hubungan dengan laki-laki disekitarku. Karena mataku tak bisa jauh dari Galang, belum ada yang mampu membuatku berpaling darinya. Walaupun aku tau dia tak memandangku karena teman-temannya yang lain lebih menawan untuk dia pacari.
Setiap kali dia lewat didepanku, mataku tak pernah lepas dari langkahnya hingga dia menghilang diujung koridor sekolah, namun tak kusangka dia membalas tatapanku dan melempar senyum indahnya! Oh Tuhan, begitu manisnya senyuman itu. Aku selalu mengharapkannya menyapaku dan dia dapat ku miliki.
Sore itu, sepulang sekolah dan aku sedang menunggu Taxi untuk mengantarkanku ketempat Les. Ya maklumlah kelas 3 dan sebentar lagi aku harus menempuh ujian akhir. Tak kusangka, mobil Galang berhenti didepanku. Aku tau itu Galang, karena aku hafal betul dengan mobil pujaan hatiku
"kok belum pulang?" ujarnya menyapaku dan turun dari mobilnya
"iya, lagi nunggu taxi mau les" jawabku ragu
"jam segini nunggun taxi? disini? udah jarang yang ada Nat" ucapnya.
Nat? dia menyebut namaku? Dia tau siapa namaku? Tuhan mimpi apa aku?
"lo tau nama gue?" jawabku polos
"taulah! lo juara angkatan dan gue enggak tau nama lo? gakmungkin banget lah Natalia Dewi" jawabnya sembari memberantakkan poniku. Mimpi apa aku? laki-laki pujaan hatiku akhirnya menyapa dan memperlakukanku seperti ini? Oh God!
"gue anterin aja yuk" sambungnya yang membuatku tersadar dari lamunanku
"enggak usah Gal, gue nunggu taxi aja" balasku
"udah jam 3 nih, mau nunggu taxi sampek jam berapa?lo les jam berapa sih?"rayunya
"jam 4.30. masih cukuplah"
"udah gue anterin aja ya?" jawabnya sembari menarik tanganku
"tapi..."
"udah gapapa" jawabnya
"silahkan masuk tuan putri, haha" sambungnya sembari membukakan pintu mobilnya
"makasih" jawabku
Mimpi apa aku semalam, laki-laki idamanku memperlakukanku seperti ini. menyenangkan sekali! aku menahan senyuman bahagiaku dengan sekuat hati.
Sepanjang perjalanan dia selalu membuatku tertawa dan mencairkan suasana yang dingin sebelumnya, dia menyenagkan dan humoris. tawanya, senyumanya, suaranya dan wajahnya sekarang bisa aku nikmati secara langsung, tidak hanya sekilas lagi.
"nat, udah makan? makan yuk, gue laper nih" ucapnya disela candaan kami
"boleh" jawabku sembari melirik jam tangan yang ada ditangan kanan ku.
"tenang lo gak mungkin telat kok, kita cari tempat makan dideket tempat les lo aja ya?" jawabnya menenagkanku
"haha, iya bawl. emg lo tau gue les dimana?" ucapku
"taulah! gue kan..."
"lo apa?" jawabku penasaran
"kasih tau gak ya?" ejeknya dan kembalilah kami bergurau habis-habisan
Yang tadinya aku hanya dapat melihatnya dan sekarang dapat bergurau dengannya, menyenangkan!
dan tibalah disebuah tempat makan yang sedikit mewah dan temaptnya asik.
"turun yuk" ucapnya
aku hanya menganggukan kepalaku. dia menungguku turun dari mobilnya dan setelh aku turun dia menggandeng tanganku, aku hanya dia dan keget dengan perlakuanya
"gal?" ucapku
"apa?" jawabnya
aku memberikan isyarat dengan melihat gandengan tangannya, dia hanya tersenyum manis dan menariku kedalam tempat makan itu. setelh sampai disebuah temapt duduk dilantai dua tempat makan yang kamu tuju, dia menarikan kursi untukku dan mempersilahkan aku duduk. Dia memanggil pelayan dan memesan makanan kesukaannya
"lo mau makan apa?"tanyanya
"sirloin steak sama chocolatefloat? lo suka kan?" sambungnya
"mbk, sirloinnya 1 lagi sama minumnya chocolatefloat 1 ya?" ucap Galng kepada pelayan itu
"makasih ya" ucapku kepada pelayan itu
"oya. lo entar selesai les jam berapa?" tanya galang
"jam 6an. Gal, kok lo tau makanan favorit gue ya?" tanyaku dengan muka heran
"haha, guekan natlovers" jawabnya cengengesan sembari mencubit pipiku
"Galang sakit!" jawabku sembar memukul lengannya
Dan diapun meraih tanganku dan menatapku taham
"gal?" ucapku
"Nat, lo..."
"permisi kak, minumnya 1 chocolate float dan coffe nya" tiba-tiba pelayan itu mengagetkan Galang dan dia hanya menunduk
"makasih ya" ucapku
"lo kenapa sih gal, aneh!" ucapku heran
"haha, gak kok gapapa" jawabnya
Tidak lama makananku kami berdua datang dan kamipun segera menyantap makanan yang telah kami pesan tadi, suasana kembali hening. Dia yang duduk disebelahku kulihat hanya memain-mainkan makanan yang ada didepannya
"lo kenapa gal? katanya tadi laper? kok gak dimakan?" sapaku mengagetkan lamunannya
"hah? iya ini dimakan kok" jawabnya kaget
"kok lo aneh sih? buruan dimakan engak cuma dipotong-potong doang. sini gue suapin" ucapku sembari menyodorkan makanan diarah mulutnya
"ammm" sahutku sembari melihat Galang membuka mulutnya dan memakan daging diujung garpu yang aku sodorkan kearahnya
dia tersenyum dan kembali suasanapun mencair, dia yang ceria dan ramepun kembali hadir aku puas dengan melihat senyumnya itu.
"hay? kok makannya engak diterusin sih nat?" ucapnya yang mengagetkan lamunanku
"haha, iyaabis liat lo makan kyak orang gila gitukan lucu. haha" jawabku mengejeknya
"sial, nih gantian gue yang nyuapin buat lo" ucapnya sembari menodorkan garpunya kemulutku
"kegedean gal dagingnya" balasku yang sedikit meghindar
"gakpapa, buruan deh aaaak"ucapnya
dan percaya saja dan memakan daging yang galang suapkan
setelah aku mengunyah dan menelan habis makanan itu tiba-tiba galang mengusap bibirku bagian pinggir
"kayak anak bayi makannya belepotan ih" ucapnya
aku hanya terdiam melihat perlakuannya, Tuhan apa yang sebenarnya terjadi? Laki-lakiyang dulu hanya dapat ku kagumi sekarang dia memperlakukanku seindah ini
selesai makan aku mengambil HP ku yang ku taruh didepan meja dan aku melihat sudah jam 4
"Galang udah jam 4, gue les dulu ya? sampek sini aja lo nganterin guenya"ucapku
"engak! gue anterin ampek depan gerbang juga gapapa kok" ucapnya
Aku mulai berfikir, bagaimana komentar teman-temanku jika melihatku diantar laki-laki ini? mereka tidak mungkin semudah itu aku dekat dengan Galang karena sebelumnya kami belum peranah bertegur sapa dengan Galang.
"tapi gal..."
"lo malu ya sama temen-temen lo? lo takutkan temen-temen lo heboh liat gue anterin lo?" jawabnya yang sepertinya dia bisa membaca pikiranku
"ee..engak kok apaan sih. cuman engak enak aja entar mereka komentar macem2 kan kita belum pernah ngobrol sebelumnya Gal" jawabku jujur
"bodo amat deh sama omongan mereka" ucapnya sembari merangkulkan tangannya kepundakku
"yaudah yuk gue anterin lo les" sambungnya
Diapun membayar makanan yang telah kami santap tadi dan bergegas menggandengku dan mengajakku ketempat kami memarkirkan mobilnya. Hanya berjrak 50meter dari tempat kita makan tadi menuju tempat lesku.
sesampainya di depan gerbang tempat aku les diapun ikut turun dari mobil
"les yang rajin ya" ucapnya sembari menungguku merapikan rambutku
"hehe, iya. makasih ya tebengannya dan makan siangnya. ati-ati dijalan ya Gal" ucapku
"iyaaaa sama-sama gue seneng jalan sama lo, teryata lo seru juga ya?" jawabnya
"udah ah apaan sih lo. sana gih pulang, belajar!" ucapku sembari mendorong tubuhnya
"iya bawel" ucapnya sembari menuju kursi kemudinya
Aku hanya melihatnya dan melambaikan tanganku kearahnya. Aku menunggunya hingga tak terlihat mobil mewahnya itu baru aku memasuki tempat lesku
Sepanjang les berlangsung aku tak bisa menutupi kebahagiaanku ini, aku hanya duduk dan melamunkan kejadian-kejadian tadi aku tak salah menunggu Galang untuk menyapaku hingga 2tahun ini. tapi sedikit terbesit dipikiranku, apakan itu caranya mendekati seseorang untuk menjadikannya seorang kekasih? ataukan itu hanya awal pertemanan kami yang tak akan pernah berujung menjadi sepasang kekasih?
Whatever!!! yang penting sekarang, aku tidak hanya melihatnya dan melihatnya dari jarak jauh, sekarang aku bisa tertawa lepas dengannya dengan nyaman dan tanpa batasan.
"DIA LAKI-LAKI IDAMANKU :D" ucapku dalam hati
Les berlangsung begitu cepat dan hari ini tak ada satupun materi yang aku dapatkan karena hanya ada Galang dipikiranku. Dan bel Pulang pun berbunyi *teeeeetttttttt*
aku melangkah turun bersama teman-temanku dan seperti biasanya aku pulang bersama Tania, sahabat dekatku. NAmun dari jauh aku melihat mobil galang "ah paling cuma bayang-bayang doang"ucapku dalam hati
"Nat, liat deh ada Galang "ucap Tania membenarkan pikiranku tadi
"mana?"
"itu, lagi ngobrol sama Dika" balas Tania
"iyaaaa" ucapku gugub
"lo kenapa? dia ngapain ya kesini?" balasnya
"engak tau, yuk lewat sana aja" ucapku sembari menarik tangan Tania dan membalikan badan
"Natali" terdengar suara Galang menyapaku
"hah?" Tania hanya bengong dan kaget dengan kejadian ini
""iya?" jawabku sembari membalikan badan
"pulang yuk, gue sengaja jemput lo" ucap Galang tanpa ragu
"kok pake jempuut gue segala sih? gak usah repot-repot. lagian ada Tania kok, gue pulang ama Tania aja" jawabku gugub
"embh, kasihan Galang tuh nat, udah sama Galang aja pulangnya. lagian gue juga mau mampir kerumah tante gue" jawab Tania membela Galang
"nah tuh tanianya aja mau pergi, sama gue aja ya?" jawab Galang
"embh, yaudah deh" jawabku takut
Aku merasa bersalah kepada Tania karen aku belum menceritakan apapun kepadanya tentang hari ajaib ini. Semoga saja dia tidak marah karena aku menyembunyikan hal besar ini kepadanya. Lebay mungkin, tapi ini memang hal besar karena Galang adalah pujaan ku sejak dulu dan tania mulai kesal dengan ku karena belum berani menyapa Galang secara langsung bukan hanya dalam khayal..
Dia mengantarku pulang tepat didepan rumahku dan anehnya lagi aku tak memberikan dia alamat rumahku, tetapi dia bisa tau dimana aku tinggal. Walaupun kami satu sekolah, satu angkatan, satu ekstrakulikuler Vocal Grup disekolah dan satu juruan tapi kami belum pernah berkomunikasi lewat apapun. Sebelum dia pulang, dia memberanikan diri untuk meminta nomer HPku dan pin hp pintarku. Semenjak itulah kami semakin dekat.
Dua minggu berlalu, mulai saat itu Galng setiap pagi menjemputku, mengantarkanku les, dan mengatarkanku pulang kerumah. Orang tuaku pun sudah mengenalnya dengan dekat, entah apa yang dia punya sehingga membuat Ayahku mempercayainya untuk menjagaku dimanapun aku berada. Bahkan orang tuaku pun selalu memperbolehkan aku pergi kemanapun, kapanpun asal dengan Galang.
Twitter Galangpun menunjukkan kedekatan kita, foto-foto kedekatan kamipun dia upload dan selalu memberikan #withprincess sebenarnya Galang juga seorang penyanyi terkenal dikotanya, dan membuat banyak wanita tergila-gila dengannya dan banyak acont twitter dengan nama GalangFansClub. Ditelinga mereka pulalah gosib kami berdua berpacaran banter terdengar.
Disekolah, Galang selalu menghampiriku saat istirahat, dia selalu mengajakku kekantin bahkan teman-temannya menyebut kami pasangan yang lagi kasmaran!
Semua perlakuan Galang membuatku semakin berharap banyak akan hubungan yang lebih indah lagi, bukan hanya sekedar teman.
Malam itu...Tepat pukul 12 malam, Galang memberi kejutan dihari ulang tahunku bersama teman-teman yang lain.
Teman-temanku membuatku panik karena mereka b=membuat sekenario Galang kecelakaan saat menuju rumahku untuk memberi kejutan
"Galang nat..dia kecelakaan ditaman depan kompleks"ucap Firda sahabat Galang
"hah?" jawabku panik
"anterin gue kesana yuk! ayoook buruan"ucapku panik dan menahan air mataku
"tapi lo ganti baju dulu, gila lo mau make celana pendek sama kaos kucel gitu?" ucap Tania aneh
Tapi betapa paniknya aku membuat aku meuruti mereka, mereka mendandaniku dan memnyuruhku mengenakan sebuah dress cantik milikku. setelah selesai dibawanya aku ketaman itu, tapi anehnya mobil Galang terlihat baik-baik saja, tamanpun terlihat sangat gelap dan tiba-tiba...
lampu-lampu tamanpun mulai hidup satu demi satu, lampu-lampu kecilpun menambah suasana romantis.
Kulihat Galang baik-naik saja berdiri dibalik sebuah meja yang sudah ada roti tart dengan lilin kecil, semua yang ada disana menyanyikan sebuah lagu "Happy Birthday" untukku, air mataku yang sempat menetes karena kekawatiranku akan keadaan Galang sekarang berbalik menjadi tangisan bahagia
"Happy Birthday my Princess" ucap Galang sembari melangkahkan kalinya kearahku yang berdiri tidak jauh darinya
"Galang" ucapku dan sedikit berlari dan memeluknya
"lo gapapakan?" tanyaku panik
"gue enggakpapa kok"jawabnya sembari membalas pelukanku
"cieeeeee" ucap teman-teman yang ada disana
dengan bergegas aku melepas pelukan hangat itu dan tersipu malu, Galang hanya tersenyum.
Dia terlihat tampan dengan Jas hitamnya, penampilan yang sangat dewasa dan membuatku semakin memujanya.
Dia bergegas menarik tanganku dan mengantarku kemeja yang telad ada roti tart untukku, aku sedikit tertawa kecil melihat tuisan diatas roti itu "Happy Birthday Barbie" dan satu lagi rotinya berlatar foto ku dan Galang dengan bertuliskan "Happy Birthday Princess Natalia" kejutan yang apik
Semua semua bernyanyi dan membuatku sedikit melinangkan air mata karena rasa sayang mereka yang mereka berikan untukku
Galang yang selalu berdiri disampingku hanya merangkulkan tangannya kepundakku "make a wish baby" bisiknya
Aku memejamkan mataku dan mulai berucap dalam hati "Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan ini, jangan biarkan mereka yang aku sayangi pergi menjauh dari kehidupanku" setelah itu aku meniup lilin-lilin itu.
"makasih semuanya" ucapku
Pesta kecil ditengah taman kompleksku berjalan sangat indah, dan tiba-tiba Galang menarik tangaku dan mengajaku sedikit menyingkir dikeramaian ini, dibawanya aku ketengah-tengah kumpulan lilin berbentuk jantung hati, dia menggengam tanganku "Nat, gue sayang sama lo"
aku terpaku dengan kata-katanya
"gue suka sama lo dai kelas satu, cemen banget ya gue enggak dari dulu deketin lo. gue suka perhatiin lo, gue suka diem-diem ikutin lo jalan sama temen-temen lo. dan baru sebulan yang lalu gue tau lo juga sering perhatiin gue dari Tania, yang baru aja pacaran sama Dika sahabat gue!" ucapnya membuatku kaget
"Taniaaaaaaaaa" ucapku malu sembari menundukan kepalaku
"Nat, gua sayang sama lo. lo mau gak jadi pacar gue?" balasnya sembari menciun tanganku
"maafin gue ya Gal"ucapku sembari menahan ait mataku
"maksudnya? lo nolak gue?" ucapnya kaget dan kulihat matanya berkaca-kaca
"maafin gue, gue juga sayang sama lo dari dulu dan gue engak berani mulai nyapa lo" ucapku sembari memeluknya
"gue mau jadi pacar lo" sambungku yang terbuai dengan pelukan hangat ini
"makasih ya nat, aku sayang banget sama kamu" ucapnya kembali
Lama kami berpelukan dan dia melepaskan pelukannya seraya mencium keningku
"happy birthday Natalia Dewi! selamat juga ya pasangan baru Galang Pramuangkasa dan Natalia Dewi" ucap teman-temanku mengagetkan kami dan sembari menyalakan kembang api yang sangat indah
Galang memelukku kembali didepan teman-teman..
terima kasih Tuhan, inilah akhir jawaban dari semua harapanku..
laki-laki pujaan hatiku kini menjadi milikku, dan ternyata dia memiliki rasa yang sama denganku. tak ada kata terlambat untuk menyatakan rasa ini semua karna aku tau kalau jodoh ada ditanganmu Tuhan...
Terima kasih Galang akan cinta kamu yang kamu simpan dari awal kelas 1 sampai sekarang dan aku harap hinggal selama-lamanya...
by : dewi utari
kritik dan sarannya ditunggu :)
Sekolah inilah tempat dimana semua kenangan ini dimulai!
Kota sejuk yang lama ku nantikan, dan sekarang aku berdiri disini.
Aku Natalia Dewi, seorang gadis sederhana dengan sejuta tawa yang tesimpan.
Sekolah ini lah yang membuat hariku semakin berbeda, orang tua dipindah tugaskan ke kota yang indah dan nyaman ini, Bandung. Dan ini pula alasanku utuk melanjutkan sekolahku keBandung.
Bukan pindah sekolah karena setelah lulus SMP baru aku meneruskannya pendidikannku di SMA Bintang Harapan! sekolah yang nyaman dan begitu menyenangkan termasuk teman laki-lakiku ini Galang Pramuangkasa, laki-laki tampan, bersuara indah dan DIA IDOLAKU!
Sejak kelas 1 SMA aku mulai menaruh hati dengannya, namun keterbatasanku membuatku tidak PD utuk sekedar menyapanya. Dia memang termasuk golongan high class dan beda jauh denganku. Ya walaupun orang tuaku boleh dibilang orang kaya, tapi bukan berarti aku juga harus hidup dengan keglamoran ini.
2tahun berlalu dan tanpa kemajuan dalam hubungan percintaanku dengan siapapun! Tubuhku yang tak terlalu tinggi dan tidak terlalu kurus, wajahku tidak terlalu cantik dan dandananku juga tidak terlalu berbeda dengan teman-temanku bukan menjadi alasan kenapa aku belum mau untuk menjalin suatu hubungan dengan laki-laki disekitarku. Karena mataku tak bisa jauh dari Galang, belum ada yang mampu membuatku berpaling darinya. Walaupun aku tau dia tak memandangku karena teman-temannya yang lain lebih menawan untuk dia pacari.
Setiap kali dia lewat didepanku, mataku tak pernah lepas dari langkahnya hingga dia menghilang diujung koridor sekolah, namun tak kusangka dia membalas tatapanku dan melempar senyum indahnya! Oh Tuhan, begitu manisnya senyuman itu. Aku selalu mengharapkannya menyapaku dan dia dapat ku miliki.
Sore itu, sepulang sekolah dan aku sedang menunggu Taxi untuk mengantarkanku ketempat Les. Ya maklumlah kelas 3 dan sebentar lagi aku harus menempuh ujian akhir. Tak kusangka, mobil Galang berhenti didepanku. Aku tau itu Galang, karena aku hafal betul dengan mobil pujaan hatiku
"kok belum pulang?" ujarnya menyapaku dan turun dari mobilnya
"iya, lagi nunggu taxi mau les" jawabku ragu
"jam segini nunggun taxi? disini? udah jarang yang ada Nat" ucapnya.
Nat? dia menyebut namaku? Dia tau siapa namaku? Tuhan mimpi apa aku?
"lo tau nama gue?" jawabku polos
"taulah! lo juara angkatan dan gue enggak tau nama lo? gakmungkin banget lah Natalia Dewi" jawabnya sembari memberantakkan poniku. Mimpi apa aku? laki-laki pujaan hatiku akhirnya menyapa dan memperlakukanku seperti ini? Oh God!
"gue anterin aja yuk" sambungnya yang membuatku tersadar dari lamunanku
"enggak usah Gal, gue nunggu taxi aja" balasku
"udah jam 3 nih, mau nunggu taxi sampek jam berapa?lo les jam berapa sih?"rayunya
"jam 4.30. masih cukuplah"
"udah gue anterin aja ya?" jawabnya sembari menarik tanganku
"tapi..."
"udah gapapa" jawabnya
"silahkan masuk tuan putri, haha" sambungnya sembari membukakan pintu mobilnya
"makasih" jawabku
Mimpi apa aku semalam, laki-laki idamanku memperlakukanku seperti ini. menyenangkan sekali! aku menahan senyuman bahagiaku dengan sekuat hati.
Sepanjang perjalanan dia selalu membuatku tertawa dan mencairkan suasana yang dingin sebelumnya, dia menyenagkan dan humoris. tawanya, senyumanya, suaranya dan wajahnya sekarang bisa aku nikmati secara langsung, tidak hanya sekilas lagi.
"nat, udah makan? makan yuk, gue laper nih" ucapnya disela candaan kami
"boleh" jawabku sembari melirik jam tangan yang ada ditangan kanan ku.
"tenang lo gak mungkin telat kok, kita cari tempat makan dideket tempat les lo aja ya?" jawabnya menenagkanku
"haha, iya bawl. emg lo tau gue les dimana?" ucapku
"taulah! gue kan..."
"lo apa?" jawabku penasaran
"kasih tau gak ya?" ejeknya dan kembalilah kami bergurau habis-habisan
Yang tadinya aku hanya dapat melihatnya dan sekarang dapat bergurau dengannya, menyenangkan!
dan tibalah disebuah tempat makan yang sedikit mewah dan temaptnya asik.
"turun yuk" ucapnya
aku hanya menganggukan kepalaku. dia menungguku turun dari mobilnya dan setelh aku turun dia menggandeng tanganku, aku hanya dia dan keget dengan perlakuanya
"gal?" ucapku
"apa?" jawabnya
aku memberikan isyarat dengan melihat gandengan tangannya, dia hanya tersenyum manis dan menariku kedalam tempat makan itu. setelh sampai disebuah temapt duduk dilantai dua tempat makan yang kamu tuju, dia menarikan kursi untukku dan mempersilahkan aku duduk. Dia memanggil pelayan dan memesan makanan kesukaannya
"lo mau makan apa?"tanyanya
"sirloin steak sama chocolatefloat? lo suka kan?" sambungnya
"mbk, sirloinnya 1 lagi sama minumnya chocolatefloat 1 ya?" ucap Galng kepada pelayan itu
"makasih ya" ucapku kepada pelayan itu
"oya. lo entar selesai les jam berapa?" tanya galang
"jam 6an. Gal, kok lo tau makanan favorit gue ya?" tanyaku dengan muka heran
"haha, guekan natlovers" jawabnya cengengesan sembari mencubit pipiku
"Galang sakit!" jawabku sembar memukul lengannya
Dan diapun meraih tanganku dan menatapku taham
"gal?" ucapku
"Nat, lo..."
"permisi kak, minumnya 1 chocolate float dan coffe nya" tiba-tiba pelayan itu mengagetkan Galang dan dia hanya menunduk
"makasih ya" ucapku
"lo kenapa sih gal, aneh!" ucapku heran
"haha, gak kok gapapa" jawabnya
Tidak lama makananku kami berdua datang dan kamipun segera menyantap makanan yang telah kami pesan tadi, suasana kembali hening. Dia yang duduk disebelahku kulihat hanya memain-mainkan makanan yang ada didepannya
"lo kenapa gal? katanya tadi laper? kok gak dimakan?" sapaku mengagetkan lamunannya
"hah? iya ini dimakan kok" jawabnya kaget
"kok lo aneh sih? buruan dimakan engak cuma dipotong-potong doang. sini gue suapin" ucapku sembari menyodorkan makanan diarah mulutnya
"ammm" sahutku sembari melihat Galang membuka mulutnya dan memakan daging diujung garpu yang aku sodorkan kearahnya
dia tersenyum dan kembali suasanapun mencair, dia yang ceria dan ramepun kembali hadir aku puas dengan melihat senyumnya itu.
"hay? kok makannya engak diterusin sih nat?" ucapnya yang mengagetkan lamunanku
"haha, iyaabis liat lo makan kyak orang gila gitukan lucu. haha" jawabku mengejeknya
"sial, nih gantian gue yang nyuapin buat lo" ucapnya sembari menodorkan garpunya kemulutku
"kegedean gal dagingnya" balasku yang sedikit meghindar
"gakpapa, buruan deh aaaak"ucapnya
dan percaya saja dan memakan daging yang galang suapkan
setelah aku mengunyah dan menelan habis makanan itu tiba-tiba galang mengusap bibirku bagian pinggir
"kayak anak bayi makannya belepotan ih" ucapnya
aku hanya terdiam melihat perlakuannya, Tuhan apa yang sebenarnya terjadi? Laki-lakiyang dulu hanya dapat ku kagumi sekarang dia memperlakukanku seindah ini
selesai makan aku mengambil HP ku yang ku taruh didepan meja dan aku melihat sudah jam 4
"Galang udah jam 4, gue les dulu ya? sampek sini aja lo nganterin guenya"ucapku
"engak! gue anterin ampek depan gerbang juga gapapa kok" ucapnya
Aku mulai berfikir, bagaimana komentar teman-temanku jika melihatku diantar laki-laki ini? mereka tidak mungkin semudah itu aku dekat dengan Galang karena sebelumnya kami belum peranah bertegur sapa dengan Galang.
"tapi gal..."
"lo malu ya sama temen-temen lo? lo takutkan temen-temen lo heboh liat gue anterin lo?" jawabnya yang sepertinya dia bisa membaca pikiranku
"ee..engak kok apaan sih. cuman engak enak aja entar mereka komentar macem2 kan kita belum pernah ngobrol sebelumnya Gal" jawabku jujur
"bodo amat deh sama omongan mereka" ucapnya sembari merangkulkan tangannya kepundakku
"yaudah yuk gue anterin lo les" sambungnya
Diapun membayar makanan yang telah kami santap tadi dan bergegas menggandengku dan mengajakku ketempat kami memarkirkan mobilnya. Hanya berjrak 50meter dari tempat kita makan tadi menuju tempat lesku.
sesampainya di depan gerbang tempat aku les diapun ikut turun dari mobil
"les yang rajin ya" ucapnya sembari menungguku merapikan rambutku
"hehe, iya. makasih ya tebengannya dan makan siangnya. ati-ati dijalan ya Gal" ucapku
"iyaaaa sama-sama gue seneng jalan sama lo, teryata lo seru juga ya?" jawabnya
"udah ah apaan sih lo. sana gih pulang, belajar!" ucapku sembari mendorong tubuhnya
"iya bawel" ucapnya sembari menuju kursi kemudinya
Aku hanya melihatnya dan melambaikan tanganku kearahnya. Aku menunggunya hingga tak terlihat mobil mewahnya itu baru aku memasuki tempat lesku
Sepanjang les berlangsung aku tak bisa menutupi kebahagiaanku ini, aku hanya duduk dan melamunkan kejadian-kejadian tadi aku tak salah menunggu Galang untuk menyapaku hingga 2tahun ini. tapi sedikit terbesit dipikiranku, apakan itu caranya mendekati seseorang untuk menjadikannya seorang kekasih? ataukan itu hanya awal pertemanan kami yang tak akan pernah berujung menjadi sepasang kekasih?
Whatever!!! yang penting sekarang, aku tidak hanya melihatnya dan melihatnya dari jarak jauh, sekarang aku bisa tertawa lepas dengannya dengan nyaman dan tanpa batasan.
"DIA LAKI-LAKI IDAMANKU :D" ucapku dalam hati
Les berlangsung begitu cepat dan hari ini tak ada satupun materi yang aku dapatkan karena hanya ada Galang dipikiranku. Dan bel Pulang pun berbunyi *teeeeetttttttt*
aku melangkah turun bersama teman-temanku dan seperti biasanya aku pulang bersama Tania, sahabat dekatku. NAmun dari jauh aku melihat mobil galang "ah paling cuma bayang-bayang doang"ucapku dalam hati
"Nat, liat deh ada Galang "ucap Tania membenarkan pikiranku tadi
"mana?"
"itu, lagi ngobrol sama Dika" balas Tania
"iyaaaa" ucapku gugub
"lo kenapa? dia ngapain ya kesini?" balasnya
"engak tau, yuk lewat sana aja" ucapku sembari menarik tangan Tania dan membalikan badan
"Natali" terdengar suara Galang menyapaku
"hah?" Tania hanya bengong dan kaget dengan kejadian ini
""iya?" jawabku sembari membalikan badan
"pulang yuk, gue sengaja jemput lo" ucap Galang tanpa ragu
"kok pake jempuut gue segala sih? gak usah repot-repot. lagian ada Tania kok, gue pulang ama Tania aja" jawabku gugub
"embh, kasihan Galang tuh nat, udah sama Galang aja pulangnya. lagian gue juga mau mampir kerumah tante gue" jawab Tania membela Galang
"nah tuh tanianya aja mau pergi, sama gue aja ya?" jawab Galang
"embh, yaudah deh" jawabku takut
Aku merasa bersalah kepada Tania karen aku belum menceritakan apapun kepadanya tentang hari ajaib ini. Semoga saja dia tidak marah karena aku menyembunyikan hal besar ini kepadanya. Lebay mungkin, tapi ini memang hal besar karena Galang adalah pujaan ku sejak dulu dan tania mulai kesal dengan ku karena belum berani menyapa Galang secara langsung bukan hanya dalam khayal..
Dia mengantarku pulang tepat didepan rumahku dan anehnya lagi aku tak memberikan dia alamat rumahku, tetapi dia bisa tau dimana aku tinggal. Walaupun kami satu sekolah, satu angkatan, satu ekstrakulikuler Vocal Grup disekolah dan satu juruan tapi kami belum pernah berkomunikasi lewat apapun. Sebelum dia pulang, dia memberanikan diri untuk meminta nomer HPku dan pin hp pintarku. Semenjak itulah kami semakin dekat.
Dua minggu berlalu, mulai saat itu Galng setiap pagi menjemputku, mengantarkanku les, dan mengatarkanku pulang kerumah. Orang tuaku pun sudah mengenalnya dengan dekat, entah apa yang dia punya sehingga membuat Ayahku mempercayainya untuk menjagaku dimanapun aku berada. Bahkan orang tuaku pun selalu memperbolehkan aku pergi kemanapun, kapanpun asal dengan Galang.
Twitter Galangpun menunjukkan kedekatan kita, foto-foto kedekatan kamipun dia upload dan selalu memberikan #withprincess sebenarnya Galang juga seorang penyanyi terkenal dikotanya, dan membuat banyak wanita tergila-gila dengannya dan banyak acont twitter dengan nama GalangFansClub. Ditelinga mereka pulalah gosib kami berdua berpacaran banter terdengar.
Disekolah, Galang selalu menghampiriku saat istirahat, dia selalu mengajakku kekantin bahkan teman-temannya menyebut kami pasangan yang lagi kasmaran!
Semua perlakuan Galang membuatku semakin berharap banyak akan hubungan yang lebih indah lagi, bukan hanya sekedar teman.
Malam itu...Tepat pukul 12 malam, Galang memberi kejutan dihari ulang tahunku bersama teman-teman yang lain.
Teman-temanku membuatku panik karena mereka b=membuat sekenario Galang kecelakaan saat menuju rumahku untuk memberi kejutan
"Galang nat..dia kecelakaan ditaman depan kompleks"ucap Firda sahabat Galang
"hah?" jawabku panik
"anterin gue kesana yuk! ayoook buruan"ucapku panik dan menahan air mataku
"tapi lo ganti baju dulu, gila lo mau make celana pendek sama kaos kucel gitu?" ucap Tania aneh
Tapi betapa paniknya aku membuat aku meuruti mereka, mereka mendandaniku dan memnyuruhku mengenakan sebuah dress cantik milikku. setelah selesai dibawanya aku ketaman itu, tapi anehnya mobil Galang terlihat baik-baik saja, tamanpun terlihat sangat gelap dan tiba-tiba...
lampu-lampu tamanpun mulai hidup satu demi satu, lampu-lampu kecilpun menambah suasana romantis.
Kulihat Galang baik-naik saja berdiri dibalik sebuah meja yang sudah ada roti tart dengan lilin kecil, semua yang ada disana menyanyikan sebuah lagu "Happy Birthday" untukku, air mataku yang sempat menetes karena kekawatiranku akan keadaan Galang sekarang berbalik menjadi tangisan bahagia
"Happy Birthday my Princess" ucap Galang sembari melangkahkan kalinya kearahku yang berdiri tidak jauh darinya
"Galang" ucapku dan sedikit berlari dan memeluknya
"lo gapapakan?" tanyaku panik
"gue enggakpapa kok"jawabnya sembari membalas pelukanku
"cieeeeee" ucap teman-teman yang ada disana
dengan bergegas aku melepas pelukan hangat itu dan tersipu malu, Galang hanya tersenyum.
Dia terlihat tampan dengan Jas hitamnya, penampilan yang sangat dewasa dan membuatku semakin memujanya.
Dia bergegas menarik tanganku dan mengantarku kemeja yang telad ada roti tart untukku, aku sedikit tertawa kecil melihat tuisan diatas roti itu "Happy Birthday Barbie" dan satu lagi rotinya berlatar foto ku dan Galang dengan bertuliskan "Happy Birthday Princess Natalia" kejutan yang apik
Semua semua bernyanyi dan membuatku sedikit melinangkan air mata karena rasa sayang mereka yang mereka berikan untukku
Galang yang selalu berdiri disampingku hanya merangkulkan tangannya kepundakku "make a wish baby" bisiknya
Aku memejamkan mataku dan mulai berucap dalam hati "Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan ini, jangan biarkan mereka yang aku sayangi pergi menjauh dari kehidupanku" setelah itu aku meniup lilin-lilin itu.
"makasih semuanya" ucapku
Pesta kecil ditengah taman kompleksku berjalan sangat indah, dan tiba-tiba Galang menarik tangaku dan mengajaku sedikit menyingkir dikeramaian ini, dibawanya aku ketengah-tengah kumpulan lilin berbentuk jantung hati, dia menggengam tanganku "Nat, gue sayang sama lo"
aku terpaku dengan kata-katanya
"gue suka sama lo dai kelas satu, cemen banget ya gue enggak dari dulu deketin lo. gue suka perhatiin lo, gue suka diem-diem ikutin lo jalan sama temen-temen lo. dan baru sebulan yang lalu gue tau lo juga sering perhatiin gue dari Tania, yang baru aja pacaran sama Dika sahabat gue!" ucapnya membuatku kaget
"Taniaaaaaaaaa" ucapku malu sembari menundukan kepalaku
"Nat, gua sayang sama lo. lo mau gak jadi pacar gue?" balasnya sembari menciun tanganku
"maafin gue ya Gal"ucapku sembari menahan ait mataku
"maksudnya? lo nolak gue?" ucapnya kaget dan kulihat matanya berkaca-kaca
"maafin gue, gue juga sayang sama lo dari dulu dan gue engak berani mulai nyapa lo" ucapku sembari memeluknya
"gue mau jadi pacar lo" sambungku yang terbuai dengan pelukan hangat ini
"makasih ya nat, aku sayang banget sama kamu" ucapnya kembali
Lama kami berpelukan dan dia melepaskan pelukannya seraya mencium keningku
"happy birthday Natalia Dewi! selamat juga ya pasangan baru Galang Pramuangkasa dan Natalia Dewi" ucap teman-temanku mengagetkan kami dan sembari menyalakan kembang api yang sangat indah
Galang memelukku kembali didepan teman-teman..
terima kasih Tuhan, inilah akhir jawaban dari semua harapanku..
laki-laki pujaan hatiku kini menjadi milikku, dan ternyata dia memiliki rasa yang sama denganku. tak ada kata terlambat untuk menyatakan rasa ini semua karna aku tau kalau jodoh ada ditanganmu Tuhan...
Terima kasih Galang akan cinta kamu yang kamu simpan dari awal kelas 1 sampai sekarang dan aku harap hinggal selama-lamanya...
by : dewi utari
kritik dan sarannya ditunggu :)
Comments
Post a Comment