Laki-laki misterius (cerpen)

Langit biru pagi ini membawa kerinduanku semakin menggebu, menembus langit putih yang indah membuat aku tak sabar lagi untuk bertemu keluargaku dan Putra, kekasihku. Kepergianku ke Singapur saat kelas 3 SMP membuatku merindukan semua suasana Indonesia, kedua orang tuaku mengirimkanku ke Singapur untuk menemani kakakku Kuliah disana, karena sempat ada kericuhan yang membuat mama dan papaku kawatir terhadapnya. Dan hari ini aku terbang kembali ke Indonesia dan segera berkumpul dengan keluarga, sahabat dan semua orang terkasih ku.

Namaku Karina Prahardja anak terakhir dari 7saudara, ke lima kakak ku telah menikah. Kami dibesarkan dan dilahirkan di keluarga yang kaya raya dan serba berkecukupan. Papa adalah pengusaha sukses di Asia dan mama juga seorang wanita karier. Boleh dibilang kasih sayang yang aku dapatkan memang kurang, namun bukan berarti aku bisa hidup dengan hura-hura, karena kerasnya pendidikan yang diberikan kepadaku oleh Papaku yang notabene adalah anak dari petinggi angkatan daras pada jamannya.

Ku injakkan kakiku di tanah kelahiranku Indonesia, aku tak sabar dengan pertemuan bersama keluarga besarku yang selalu aku rindukan selama aku tinggal di Singapur ya walaupun mereka juga sering mengunjungiku disana, namun suasana seperti kebiasaan kami dirumah tak dapat tergantikan. Kehadiranku disambut meriah dibandara oleh kedua orang tuaku, sahabat-sahabatku dan terlebih Putra kekasihku tersayang
"Karin....." teriak laki-laki tampanku itu, aku berbaik arah mencari suara itu dan saat akku melihat pangeranku didepan mataku aku langsung berlari kearahnya dan memeluknya
"Putra miss u beb" ucapku yang memeluk erat tubuhnya yang kekar itu
"miss u too beb" jawabnya
Kami berpisah sekitar 2tahun lamanya, namun dia sering diajak kedua orang tuaku untuk mengunjungiku di negara tetangga ya itu salah satu cara bertahannya hubungan kami yang sudah berjalan 3 tahun ini. Terahkir aku bertemu dengannya saat aku berulang tahun yang ke 17, mama dan papaku memboyong sahabat-sahabat ku dan dia ke Singapure untuk memberi kejutan yang berhasil membuatku melinangkan air mata.

Aku pun mulai meluapkan rasa rinduku dengan sahabat-sahabtaku dengan memeluk mereka satu persatu sembari tertawa dengan perubahan mereka yang sedikit membuatku menyesal melewatkan perkembangan mereka tanpa aku disamping mereka. Kami lanjutkan perjalanan kami menuju rumah mewahku yang sangat aku rindukan, halamannya, suasananya, kolam renang, ruang musik dan kamarku tersayang. Mereka mengantarkanku menuju istanaku itu dengan penuh suka cita, namun sedikit berbeda dengan perilaku Indah sahabat karibku. Gelagatnya yang kurang nyaman akan kehadiranku ditengah mereka sedikit terlihat, atau mungkin ini hanya perasaanku saja karena telah lama tak bertemu dengannya.

Aku meneruskan sekolah dimana sahabat-sahabatku dan kekasihku bersekolah, hari pertama begitu menyenangkan. Akhirnya aku bisa berkumpul lagi bersama mereka, namun hari kedua aku bersekolah. aku melihat sesuatau yang menyesakkan dadaku, aku melihat dari kejauhan Indah memeluk Putra dengan mesra dan yang membuatku begitu kaget adalah sikap Putra yang nyaman didalam dekapan Indah. Ada apa dengan mereka? Ternyata apa yang kusaksikan tak hanya aku yang tahu, sosok laki-laki yang aku tak mengenalnya juga menyaksikan kemesraan itu tepat disampingku
"kenapa lo ngliatin Putra sama Indah? cemburu lo?" tanyanya cuek
"lo siapa sih? kepo deh" jawabku
"haha, gue perhatiin lo dari tadi ngeliatn pasangan terhot disekolah. lo anak baru ya?" jawabnya mengejekku
"hah? pasangan? mereka pacaran?"
"menurut lo? mereka emnag terkenal mesra banget disekolah" jawabnya meyakinkan ku
"oh jadi selama ini..." jawabku sembari berjalan menuju arah Putra dan Indah
"eh lo mau kemana?" tanya laki-laki misterius itu sembari menarik tanganku
"kepo deh lo!!" jawabku mulai emosi
"ikut gue lo" jawabnya menarikku ketaman belakang sekolah
"apaan sih lo sakit tau!" jawabku
"lo Karin kan?" ujarnya menanyakan namaku
"iya! terus lo apa urusan lo?!"
"kenapa sih lo cemburu bgt sama Putra? lo suka? dia playboy! gakusah ditanggepin" jawabnya
"lo gak usah sok tau ya?!" ucapku membentaknya
"gue tau Putra!" jawabnya tak kalah membentakku
"gue udah pacaran sama Putra 2tahun lebih ya! jd gue kenal banget dia siapa" jawabku sedikit menahan emosiku
"hah? jadi..."
"jadi apa?" tanyaku
"hahahahahah" dia tertawa lepas dengan yang dia dengar
Akhirnya dia menceritakan kelakuan Putra dibelakangku, ternyata sudah banyak wanita yang dia sakiti dibelakangku, dia adalah PLAYBOY disekolahnya sekarang. Pacaran jarak jauh yang aku anggap baik-baik saja ternyata tak seperti yang aku duga. Bian, laki-laki misterius tadi mengantarkanku ke beberapa wanita yang telah menjadi korban dari Putra.
Pulang sekolah dihari yang menyebalkan itu Putra berniat mengantarkanku pulang, tapi karena kekesalanku terhadapnya aku menolaknya
"kamu kenapa sih sayang? numben gakmau dianter pulang" tanyanya kaget
'kamu pulang sama Indah aja deh, aku mau ke mall dulu" jawabku menutupi kegundahanku terhadapnya, rasanya ingin ku tampar mulut manisnya itu. namun aku ingat kata-kata Bian untuk menyembunyikan ini semua.
"aku anterin deh sayang. kamu mau beli apa?" tanyanya memaksaku dan aku tau glelagatnya yang tidak enak saat aku menyebut nama Indah
tiba-tiba bian datang dengan motor kerennya
"yuk jadi gak?" ucap Bian tanpa memperdulikan Putra yang ada disampingku
"hah?" jawabku kaget
"nih, ayo naik. lo gak alergikan naik motor?" jawabnya
"gak! karin pulang sama gue, lo ngapain sih ganjen sama cewek gue?" ucap Putra
"engak aku sama Bian. udah sana kamu anterin Indah pulang aja" jawabku sembari mengambil hlem yang Bian berikan kepadaku.
"kamu apaapan sih?!" jawab Putra menarik tanganku untuk menghalangi ku pergi bersama Bian
"apaan sih sakit tauk!" jawabku melepas cengkraman tangan Putra
"gak usah dipaksa kalo dia gak mau ikut lo bro!" jawab Bian sedikit emosi
"udah ah. yuk" jawabku sembari menaiki motor keren Bian
 Bian mengantarku pulang samapi dirumah, ternyata Bian punya senyum yang manis saat aku mengucapkan rasa terima kasihku karena dia sudah mengantarku pulang. Sepanjang hari yang ada dibenakku adalah sikap misterius Bian, ada apa dengan Bian dan Putra hingga mereka seperti musuh yang saling menjatuhkan. Malam pun tiba, aku mendengar mobil Putra datang dan benar dia datang,mamapun menyuruh ku untuk turun menemui Putra yang sudah menunggu diruang depan
Akupun menemuianya, dengan rasa malas dan sepertinya Putra tau apa yang aku rasakan
"apaa?" ucapku yang duduk disampingnya
"kamu kenapa sih sayang? sewot banget sama aku? terus kamu kenal Bian dari mana?" tanyanya
"gak penting juga kan? gapapa kok lg males aja sih" jawabku ketus
"pasti karna istirahat tadi aku gak nemuin kamu kan?" tanyanya sembari memelukku
"tauk!" balasku sewot
"yaudah kita jalan yuuk, permintaan maafku aku ajakin kamu ketempat biasa sama anak2 ya?" rayunya
ya apa salahnya aku menerima tawaran kekasihku ini, aku bergegas untuk bersiap. dengan rok pendek, kemeja tanpa lengan berwarno softpink dan menggeraikan rambutku yang ikal berwarna coklat ini kupoles sedikit muka ku dengan make up tipis seperti biasa.
Setelah selelsai bersiap aku turun kebawah menuju kekasih brengsekku yang telah menungguku
"waw! cantik banget kamu sayang"pujinya
"dih baru tau ya?" jawabku sinis
Kami menuju cafe biasa yang sering disambangi kekasihku dan sahabat-sahabtaku yang aku mulai membencinya. Kenapa mereka menyembunyikan kebohongan Putra dariku. sesampainya disana, aku menuju toilet terlebih dahulu untuk membenahi rambutku. Setelah selesai aku menuju tempat duduk kekasihku dan sahabat-sahabatku dan untuk kedua kalinya aku melihat Indah menggelayut mesra dipelukan kekasihku, aku mulai emosi dengan keadaan ini. Tanpa ragu aku menyambanginya dan mengambil segelas minuman dimeja dan menumpahkan diatas kepala Putra dan Indah
"bagus ya!! kelakuan lo gini hah gue tinggal?" bentakku
"karin? lo apaan sih?" bentak Indah
"apaan? gak tau diri banget sih lo?! temen macam apa lo macarin cowok temen lo sendiri." ujarku
Mereka hanya terdiam
"aku bisa terangin sayang, kamu salah paham" jawab Putra
"salah paham apa? udah 2kali gue liat lo mesra ama nih jablay" jawabku
"kenapa diem? kalian semua emng parah ya?! kenapa gak ada yang bilang sama gue tentang mereka berdua? kenapa udah lupa sama gue?! bisa2nya ya kalian!! taik tau gak!!" ucapku kesal
"maafin kita sweety" jawab Kian
"udah gak ada sweety lagi! gue kecewa sama lo semua!" jawabku
"waduh rame nih ada yg ketauan selingkuh. Selamat ya broo" ucap sosok laki-laki yang tenyata Bian
"oh jadi lo yang ngebongkar semuanya di depan Karin?" jawab Putra kesal dan memukul muka Bian
"apaan sih lo?! ini bukan salah dia! gue liat tadi lo berdua mesra2n waktu istirahat! tega ya lo" ucapku menampar Putra dan sembari menahan Bian yang sudah tersulut emosi
"anterin gue pulang" ucapku sembari menarik Bian keluar dari caffe itu.
Kali ini Bian mengantarku dengan mobil mewahnya, entah apa yang ada dipikiranku malam ini! Kalut, emosi dan sangat sangat menyesal untuk pulang ke Indonesia.
"lo bego ya rin?" tanya Bian mengagetkanku
"apaan sih lo!" jawabku kesal
"udah gue bilangkan jangan lo bongkar sekarang." jelasnya
"mau ampek kapan? gue udah sumpek tau liat gue dibohongin gini" jawabku sembari meneteska air mataku
dia menghentikan moblinya dan mulai menatapku menangis
"nih, apus air mata lo. gue gak suka liat cewek nangis" ucapnya sembari memberikan tisu
"aaaa!! kenapa Putra jahat banget sih Bian" tambahku dengan semakin bertambah untuk menngis
"udah udah diem dong" jawab Bian mulai panik
Tak ku hiraukan tangisan ku semakin keras hingga aku merasa sesak tiba-tiba Bian menarik tubuhku dan memelukku sontak aku kaget dan seditik menenagkan tangisanku
"udah lo diem, gakusah nangis. gue nemenin lo ngegalau deh tp gak usah mewek gue gak tega" ucapnya lembut
Aku hanya tersenyum kecil dengan ucapannya
"makasih ya" jawabku
"yaudah yuk gue anterin pulang. besok sekolah gue jemput ya?" jawabnya sembari melepas pelukannya dan mulai menyalakan mobilnya.
DAn sejak malam itu, sahabat-sahabatku mulai mendekatiku lagi, mereka menarik perhatianku dengan berbagai cara. Namun Bian selalu berusaha membuatku tak memperhatikan orang-orang yang telah menyakitiku.
Hari berlalu berganti minggu, minggu berlalu berganti bulan kedekatanku bersama Bian yang sanagt misterius terus berlanjut walaupun Putra tak henti-hentinya memintaku untuk kembali padanya, namun tanpa ku pungkiri aku mulai menyukai kebersamaanku dengan Bian dan teman-teman baruku yang lebih sederhana dan menerimaku apaadanya. Mereka berbeda dengan teman-teman lamaku yang hidup engan keglamoran yang mereka punya, foya-foya dan itu yang sebenarnya membuatku sedikit tidak nyaman sebenarnya.
Hari itu, aku pergi bersama dengan Bian dan teman-temannya keseduah danau. Kami berlari-lari bersama. Bian yang sangat jail mengejarku karena kami saling ejek dan tiba-tiba keningku menabrak sebuah dahan
"aduh" lontarku merasa kesakitan
"lo kenapa? sakit?" ujar Bian memberi perhatiannya kepadaku den mengusap keningku, aku hanya mengangguk dan Bian mencium keningku dengan hangat
"udah menidngan kan?" tanyanya
aku hanya memandangnya, tatapan tak percaya dia mencium keningku. Dia hanya tersenyum padaku, senyum maisnya yang membuatku semaki terpaku olehnya.
"dia lucu banget sih" ucapku dalam hati
"kenapa lo? kagum ya sama kegantengan gue?" ucapnya sembari menekan hidungku dan memberantakkan poniku
"aaaa Bian!!!!!" ucapku sembari mengejarnya kerana dia telah berlari menghindari cubitanku
kami berlarian dengan riang, seperti layaknya anak TK yang sedang bercandaan dengan rekan sebayanya. Lucu memang dan ini nilai lebih darinya dia mampu membawaku dengan kesederhanaan yang menyenangkan seperti apa katanya saat dia menyambangi sebuah panti asuhan bersama ku "mereka lebih ngebutuhin dari pada buat foya-foya mending bantun mereka kan?" ucapnya dewasa.
Perbedaan yang snagt seknifikan yang dimiliki oleh Putra yang selalu merengek meminta ini itu untuk ku belikan.
"dapet lo!" ucapku yang bisa meraih tangannya namun tak dapat aku memberhentikan larianku dan arkhirnya aku jatuh dalam pelukan hangatnya. Untuk kesekian kalinya aku menatap paras wajahnya, dia tersenyum manis.
"aku sayang kamu Rin" ucapnya lerih
"hah? apa?" tanyaku yang kaget mendengarkan ucapannya.
seketika dia melepaskan pelukannya yang membuatku terjatuh
"bian! sopan ya lo, sakit tau" ujarku manja. Dia hanya tertwa dan malahan dudk disamping tempat aku jatuh.
:sakit tau!" ujarku meminta perhatiannya kepadaku
"maaf maaf" jawabnya semari menatap lepas suasana danau yang indah itu
"lo liatin apa sih?" tanyaku kesal karena dia tak memperhatikanku
"liat tuh" dia menunjuk sepasang merpati yang sedang hinggap diranting pohon
"mereka romantis ya?" ucapku
Dia hanya tersenyum manis tanpa ada ucapan sedikitpun, suasana menjadi hening, ku letakkan kepalau kepundak Bian yang tepat ada disampinku.Bian tetep terdiam menyaksikan pemandangan yang indah dihadapaan ku dan dia.Tiba-tiba tanganya merangkulku dan membuatku semakin senang dalam pelukannya.
"Lo mau gak jadi merpati kayak gitu?" ujarnya
"mau. tapi engak ada pasangannya" jawabku polos
"kalo gue yang jadi pasangannya?" tanyanya yang mulai menatapku tajam
Aku hanya diam dan menganggukan kepalaku
"gue sayang sama lo" ucapnya lagi
"lo?"
"kenapa? salah?" ujarnya menanggapi ucapnku
"engak" jawabku yang langsung memeluknya
dia membalas pelukanku
"lo mau gak jadi pacar gue?"
"huum bawel" jawabku yang terus menikmati pelukan hangtnya
Hubungan yang indah bersamanya, laki-laki yang jauh berbeda dari idamanku yang ternyata berhasil membuatku menjadi seorang Putri yang sangat bahagia. Bian yang misterius datang dalam hidupku dia yang bisa membuatku tertawa lepas tanpa beban. Dan semoga dia tak akan menjadi laki-laki brengsek seperti Putra, laki-laki yang sudah menjadi kekasih ku 2taun lamanya....



krikit dan sarannya please :D
bisa lewat
FB : Dewik Probscream
Twitter : @deewwiik
Nomer HP? tanya aku dulu aja ya :D

Comments

Popular Posts