Dia yang tulus mencintaiku (cerpen)

Malam ini kuteteskan lagi air mataku, meningat kebahagiaan sahabat karibku Natasya Harnandi yang baru saja menjalin kasih dengan seorang Laki-laki tampan dan dia adalah kaka seeniorku di tempat dimana aku menuntut ilmu.
Natasya dan aku, Kartika Putri memang bersahabat sejak SMP. Kedekatan kamipun seperti layaknya saudara kandung, karena aku tak memiliki saudara kandung ataupun angkat. Ya benar, aku seorang anak tunggal!
Natasya memang cantik, seorang top model yang cukup ternama dikotaku ya walaupun aku dan dia sama-sama menggelutu dunia yang sama. tetapi daya tariknya memang lebih dibanding aku. Senyumannya dan gaya hidupnya menujukkan keglamoran yang indah dan pastinya semua laki-laki akan tertarik dengannya. Termasuk Aldi Mahendra, laki-laki pujaan hati semua wanita disekolahku dan termasuk aku dan Natasya. Aku memang sedikit tertutup masalah cinta kepada Natasya apalagi Natasya juga menyukai laki-laki yang sama denganku.
Dan hari itu, Aldi menyatakan perasaannya kepada Natasya didepan mukaku dan teman-temanku.
Sesak dadaku melihatnya dan menyaksikan kejadian sakral bagi mereka, tatapan Aldi juga begitu berat melihatku. Karena sebenarnya aku dan Aldi juga sempat dekat akhir-akhir ini.
tangisan ku yang sesak dan hujan yang turun malam ini membuat pikiranku kalang kabut!
Ku lirik HP ku dan ku baca pesan singkat dari Aldi
"maafin aku ya panda cantikku :( aku engak bisa kayak gini terus. aku harus milih satu diantara kalian! aku sayang kamu my barbie. biarin aku tetep liatin senyum kamu ya? iloveu :("
Aku tak menyangka Aldi menyakitiku dengan sahabatku sendiri walaupun aku tau dari awal Natasya dan aku juga menyukai sosok laki-laki yang sama
"kenapa harus lo sih Nat yang dapetin Aldi? kan gue dulu yang deket sama dia?!! dan kenapa harus lo NATASYA!" ucapku sembari menjambak ranbut ikalku.
Aku menrintih kesakitan, mataku kurasakan sembab karena tangisanku sejak sepulang sekolah.
"lo jahat Aldi!!!!" ucapku sembari menarik kalung pemberian Aldi dengan liontin padana yang tergantung dileherku
Mulai malam itu, tak pernah ku gubris semua hal yang menyangkut tentang Aldi, kemesraan yanh Aldi dan natasya tunjukan didepan mataku setiap hari semakin membuatku menangis setiap harinya. Semakin aku berusaha melupakan Aldi dan mencoba mengikhlaskannya untuk Natasya semakin jelas aku menyayanginya.
Setiap malam Aldi selalu memberikan pesan singkat untukku
"gue kehilangan elu tik, gue tau gue salah. tapi gue pengan liat lu ketawa! maafin gue"
dan kali ini kubalas pesan singkatnya
"udahlah kak, santai aja! jagain Natasya ya, jangan ampek dia kecewa kayak yang aku rasain. lama-lama juga gue bakalan biasa kok sama keadaan ini. mulai malam ini lupain gue ya? gakusah bahas yang dulu-dulu lagi dan dak usah ngerasa bersalah kayak gitu. oke? satu lagi, gak usah sms galau-salau lagi ya? :) " balasku menahan sesak ini.

"Kartika sayang" sapa Natasya yang mengagetkanku saat aku sedang membaca sebuah novel kesukaanku ditaman sekolah
"hey, apaan sih lo! bikin kaget aja" balasku cuek
"haha, gua dikasih ini sama Aldi" ucapnya sembari memarekan sebuah jam tangan.
"oh, bagus ya?" ucapku girang sembari menutupi kekecewaanku
Jam tangan itu...
2hari sebelum Aldi dan natasya resmi sebagai sepasang kekasih, aku dan dia sedang berjalan-jalan disebuah tempat perbelanjaan dan mataku melirik jam tangan yang sekarang dikenakan Natasya. Masih aku ingat kata-katanya "kamu suka? dibeli aja. sini aku beliin" tapi aku menolaknya karena baru saja dia memberikanku sebuah kalung berliontin panda yang telah lama aku inginkan.
Aldi sosok laki-laki yang sangat lembut dan aku nyaman dengan semua perlakuannya
"Tika!!!! lo dengerin guekan?"
"iyaaaaa bawel"jawabku untuk
jawabku santai dan tiba-tiba terdengr suara teriakan Natasya
"baby.........!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"apaan sih?" ucapku spontan
"hehe, gue tempat Aldi dulu ya?babay Panda cantiks" sapanya sembari berlari menuju Aldi yang melihat kami dari jauh
"harus ya gue liat mereka pacaran lagi"ucapku lirih
"gue tau kok lo cemburukan sama Aldi?" terdengan suara laki-laki dibelakangku
"Kak Arkan?"sapaku sembari menengok kebelakang
"gue tau kok tik kalo lo juga suka sama pacar adek gue" ujarnya santai dan duduk disampingku
"apaan sih kak? engak kok, cuman..."
"cuman apa? jujur aja Panda cantik" jawabnya sembari merangkulku
Kak Arkan, seorang laki-laki tampan, ketua osis dan gaul abis! Aku memang dekat dengannya, setiap aku merasa ada masalah dengan siapapun aku pasti cerita dengannya. Dia jauh lebih memperhatikanku dibanding Natasya.
"cerita aja Panda cantik" ucapnya sembari memelukku.
"salah gak sih kak, gue sayang sama Aldi? sakit tauk liat mereka becandaan didepan gue. tapi gue jg gak mau nyakitin perasaan Tasya kak, dia udah kayak saudara gue" ucapku
"enggak ada yang salah kok Tika, salahnya lo gak mau jujur dari awal kalo lo juga suka sama Aldi. Lo bener kok mau ngejaga perasaan Natasya" jawabnya singkat sembari membelai rambutku
Hatiku selalu nyaman saat dipeluknya, pikiranku yang kacau mendadak tenang sayat dia memperlakukan ku seperti saat ini, tiba-tiba air mataku menetes dalam pelukannya. Hatiku miris dengan apa yang aku lakukan.
Setengah hatiku inginkan Aldi namun aku juga ingin sahabatku bahagia!
"udah jangan nangis,entar cantiknta ilang lagi Tik" ucap Kak Arkan sembari mengusap air mata yang mengalir dipipiku, dia menatapku tajam seakan ingin menerkamku. Kuraih tubuhnya dan memeluk erat tubuhnya yang kekar seperti biasa saat aku merasa tak berdaya.
"makasih ya kak. lo pasti ada waktu gue kayak gini" ucapku
"iya udah udah. kita cabut yuk" ajaknya sembari melepas pelukannya
"tapi kan sekolah kak"
"udah, gampang" jawabnya
Dia mengajakku pergi yang berniat menghiburku, dibawanya aku keliling kota dengan mobil nyamannya. Dia tak kalah menyenangkan untukku, sosoknya yang dewasa dan menjagaku membuatnya selalu istimewa dimataku apalagi aku tak memliki seorang kakak, dan dialah laki-laki yang pantas ku sebut kakak!
"mau kemana sih kak? aku gak bawa baju ganti nih, jangan ke mall entar ketangkep polisi repotkan" ucapku sedikit panik
"rumah lo ada papa mama?" tanyanya
"enggak sih, cuma ada bibi. kenapa?" jawabku
"gue anterin lo pulang, ganti baju dulu ya. terus kita cabut. gue mau kasih liat tempat yang bagus"  ucapnya girang
"yaudah yuk!! Capcusss!!!" jawabku girang
Dia memang selalu ada kejutan untuk membuatku tertawa dan merasa berarti.
Dia antarkanku pulang untuk berganti pakaian dan bersiap diri. setelah itu dia membawaku pergi kesebuah danau yang indah sekali, suasananya damai dan tenang
"aaaa tempatnya bagus baget!" teriakku saat aku turun dari mobilnya
"lo suka?" jawab kak Arkan tersenyum puas
"banget!!!" jawabku
"gih ayo turun, gak sabar kak mau loncat2" ucapku sambil menarik tangan kak Arkan
kami bergurau berlari-larian disekitar danau itu dia membuatku lupa akan semua kegundahannku!
Semua seakan cepat berjalan, kami berfoto dan terus terus dan terus tertawa dan tiba tiba
"Kartika ! Kak Arkan"
suaranya aku mengenalnya dan benar itu Natasya
"Tasya?" ucap kak Arkan
"Hay kan" sapa Aldi kepada Arkan
'kalian ngapain disini?" balasku kaget
"iyaaaa, nih Aldi yang ngajakin kesini" jawab Natasya dengan wajah kasmarannya
"oh" jawabku endadak tubuhku kembali lemas
Akhirnya kami putuskan untuk bersenag-senang bersama
Suasa dananu ini yang tadinya begitu menyenangkan mendadak membuatku miris lagi aku berjalan menuju sebuah kursi yang jauh dari jangkaun mereka, aku duduk dikursi itu menatap indahnya danau didepan mataku dan berharap hatiku sembuh dengan kebahagian mereka.
"Hay barbiku" sapa sosok laki-laki yang ternyata Aldi
"Kak aldi?" jawabku kaget
"natasya mana?" sambungku
"tuh lagi sama Arkan" jawabnya singkat dan bergegas duduk disampingku
"kamu suka sama tempat ini?" tanyanya
"iya. tnang suasananya" balasku
"aku juga suka tempat ini"
aku hanya menganggukkan kepala dan berusaha tak memperdulikannya
Tiba-tiba tangannya meraih tanganku
"aku tau aku salah Tik, aku bohongin perasaanku sendiri. aku sayang sama kamu Tik" ucapnya tiba-tiba
"kamu apaan sih?!" ucapku melepaskan tanganku yang dia genggam
"natasya engak bisa kayak kamu tika"
"ntasya ya natasya. Tika ya tika! gerti!!" balasku menahan air mataku
"kamu masih sayang kan Tik sama aku?" tanyanya tanpa bersalah
"fine Kak aku emnag sayang sama kau, aku emang suka sama kamu! tapi aku lebih sayang sama Natasya dari pada kamu, aku udah ikhlasin kamu sama tasya! udahlah biarin aku lupain kamu dan hapus rasa ku ke kamu! aku engak mau persahabatanku sama Tasya ancur cuma gara-gara kamu!" bentakku kedia segera aku berdiri dan berniat pergi dan tiba-tiba..
"oh jadi ada rahasia besar yang kalian sembunyiin dari aku?" ucap Natasya menahan tangisnya
"Tasya.." sapaku
"Kenapa sih tik lo gak pernah bilang kalo lo juga suka sama Aldi? kenapa sih lo tega suka sam cowok kecengan gue juga? apa salah gue ke lo tika?" ucapnya sembari menangis dan sedikit bernada tinggi
"Natasya lo salah paham sama gue, gue enggak ada apapa sama Aldi" Jelasku
"udahlah Tika! lo gakusah banyak alesan gue dengar semuanya tadi" bentaknya membuat hatiku hancur, sahabatku menangis karna ku! karena perbuatan ku
"Tasya maafin gue" ucapku sembari bersujud didepannya
tiba-tiba ada laki-laki yang memelukku dan menopangku untuk berdiri
"Tika bangaun!" bentak laki-laki itu yang ternyata kak Arkan
"gue tau kak gue salah! gue begok" ucapku sembari menangis dan tak mampu menahan tangisanku
"tika! ini semua bukan salah lo! ini semua gak ada yang pengen, gak ada yang bisa nyalahin perasaan! gue gak mau liat lo nangis Tika, gue sayang sama lo" ucap Kak Arkan sembari menggengam tanganku
Aku tak mampu berkata apapun dan tak percaya dengan apa yang Kak Arkan ucapkan
"liat tik! cowok didepan lo! cowok yang selalu kasih lo seribu perhatian dan cowok yang selalu berusaha bikin lo ketawa waku lo nangis! liat tika!! buka mata lo Tika!" teriak natasya
"gue sayang sama lo kak, tapi cuma sekedar kakak" jawabku sembari lari dan pergi menjauhi mereka bertiga
Seminggu berlalu, aku menghilang dari mereka. satu minggu pula aku tidak menyambangi sekolahku tersayang. aku hanya mengurung diri dikamarku, yang aku lakukan hanya menangis, menangis dan menangis. Aku merasa betapa bodohnya aku! Aku menyakiti hati 3orang yang aku sayang sekaligus!
sahabatku sendiri, aku mencintai laki-laki yang dia cinta. Aldi karena aku seakan menyalahkannya merusak persahabatanku terlebih lagi Kak Arkan! Betapa bodohnya aku tak pernah menyadari kasih yang dia berikan untukku, pelukan yang begitu hanagt, ciuman yang selalu mendarat dikeningku saat aku meneteskan air mataku, tawanya yang membuatku bangit dari kepedihanku! Dan lapang dadanya mendengarkan ceritaku, cerita kebahagiaanku bersama laki-laki lain yang pernah mengisi hatiku!
"maafin aku kak Arkan" ucapku lirih disela sesak nafasku menangisi semuanya
"gue engak bisa diem aja! kalo gue nnagis semua masalahnya gak akan selelsai" ucapku tesadar dalam tengah pedih dihatiku
Segera aku bergegas mandi dan bersiap, aku harus menemui Natasya terlebih kak Arkan, aku sadar bahwa kak Arkanlah orang yang selalu membuatku bahagia.
Aku menyambangi rumah mereka yang tak begitu jauh dari rumahku, sepanjang jalan aku berusaha memupuk keberanianku untuk mengakui semua kesalahanku ini.
Ku ketuk pinturumah megah itu, dan saat seseorang membukakan pintu aku langsung memeluknya karna dialah yang aku cari Kak Arkan
"Tika? lo gapapakan?" ucapnya yang ternyata masih saja mengkawatirkanku walaupun aku telah menyakitinya
"maafin aku kak" jawabku sembari menitihkan air mataku
"iya sayang, udah dong nangisnya" ucapnya yg sedikit menenangkanku
"kamu gakpapa kan Tika? kamu kemana seminggu ini? aku cari kerumah papa sama mama bilang kamu ngurung diri dikamar dan gak mau diganggu." tanyanya sembari tetap memelukku
"aku ngerasa bodoh banget kak, aku nyakitin kamu! orang yang selalu ada disamping aku setiap saat! aku nyakitin Tasya!" jawabku
"Tika, inget ya? aku bahagia liat kamu bahagia, siapapun yang bikin kamu ketawa walaupun bukan aku orangnya! tapi aku berusaha buat kamu senyum! karena senyum kamu itu semnagt ku!" ujarnya menatap tajam mataku
Tak kuasa aku menatap matanya yang seakan menguatkan ketulusannya.
"Tika! kalaupun aku engak bisa milikin kamu jadi pacar aku, aku udah cukup bahagia kamu masih mau pangil aku kakak. aku lebih ikhlas liat kau dipeluk laki-laki lain tapi kamu masih disamping aku, dari pada aku harus kehilangan kamu"jelasnya lagi
Aku kembali terdiam, tak ada satu katapun yang dapat aku ucapkan! betapa tulusnya dia mencintaiku dan mengharapkan senyuman hangatku setiap saat
"kak, kakak mau kan bantuin aku?" ucapku sembari menatap tajam matanya
dia hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum manis
"bantuin aku jadiin kamu satu-satunya laki-laki yang ada disamping aku selamanya ya? bantun aku sayang sama kamu lebih dari seorang kakak? aku juga gak sangup kalo harus kehilangan sosok dewasa dari kamu"  ujarku
"kamu yakin?" jawabnya sembari melempar senyuman mautnya
aku hanya tersenyum dan kembali menganggukakn kepalaku dengan girang dan Arkan mencium keningku
"makasih ya sayang" ucapnya sembari memelukku erat

Dan sejak malam itu, aku dan Arkan resmi menjadi sepasang kekasih. Cintanya yang begitu tulus berhasil membuatku jatuh cinta kepadanya dengan sendirinya. Persahabatnku dengan Natasyapun membaik, terlebih hubungan Natasya dengan Aldi. Tidak ada yang mampu mengalahkan kuatnya ketulusan cinta siapapun didunia ini, seperti tulusnya cinta Natasya ke Aldi yang membuat mereka semakin mesra dan khususnya Cinta Arkan kepadaku.

Ditunggu krikik dan sarannya
Dewi Utari
FB : Dewik Probscream
Twitter : @deewwiik

Comments

Popular Posts