Bintang #2


...Akupun dibawa kesebuah rumah sakit, entah siapa yang membawaku kesana. Aku tertidur tak berdaya karena saat aku pingsan kepalaku terantuk lantai. Kurasakan nyawaku tak ada didalam ragaku, ku pandang mama dan papa ku yang menangisiku diluar kamar isolasi. Tangisan mereka membuatku tak mampu menahan air mataku.
                “pa, ma Bintang disini kok, jangan sedih Bintang enggak akan tinggalin mama” kataku yang ingin memeluk mereka berdua.
                Ya Tuhan, kembalikan aku ke tubuhku! Seminggu berlalu aku masih tetap tertidur dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Namun setelah seminggu aku berada disini, tak ku lihat sosok laki-laki pujaanku itu. Dimana Rizky? Mungkinkah dia meninggalkanku disaat aku disaat aku membutuhkan dada bidangnya? Apakah dia mungkin membiarkanku saat aku tergeletak diruang dingin ini? Oh Tuhan,kembalikan aku ketubuhku. Sekuat diri aku kembali ke ragaku. Ku gerakkan tanganku sebagai perlambang aku mulai terbangun, mataku berat. Tak sanggupku buka mata ini dengan mudah. Hanya jari jemariku yang mampu ku gerakkan. Dokter mulai memeriksaku, entah darimana dokter tau aku telah terbangun. Mungkin dari papa mamaku yang melihat kemajuaanku.
Akhirnya aku sudah mulai membaik, ku tanyakan keberadaan Rizky kepada mama dan papaku dan tak pernah ada jawaban dari mereka. Setiap hari aku menunggunya, aku mengharapkan kedatangannya.
Malam itu, disudut kamarku. Kupandangi kerlipan bintang diangkasa, mereka seakan memberiku semangat untuk tetap bertahan dalam situasi ini. Lamunanku menuju dua tahun lalu. Disebuah tepian danau, dia menggengam tanganku, dia tatap kedua mataku dan kata indah terlontar dari mulutnya “Bintang, aku sayang kamu” dia membuatku terkesan dengan sikap dan ucapannya. “aku pengen kamu jadi yang terakhir buat aku” tak satu katapun ku ucapkan aku terlalu terbang keangkasa hanya satu kata “iya” dan diapun memelukku kecupan hangatnya tepat pada keningku. Tak terasa air mataku menetas, begitu indah namun sekarang dia menghilang entah kemana. Aku terbangun dari lamunanku yang membawaku kedalam kesedihan. Apa alasan dia meninggalkanku? Aku hanya membutuhkan kepastian dan jawabannya.
Sudah hampir satu bulan aku terbaring dirumah sakit dan dokter mengizinkan aku untuk pulang kerumah. Bahagianya mama dan papaku, namun tak beitu dneganku.
Pagi itu akupun pulang, didalam mobil mama dan papaku membicarakan pesta kesembuhanku bersama rekan-rekan dan temen-temanku. Tak ku perdulikan itu, hingga ku lihat sebuah cafe tempat ku dan Rizky menghabiskan waktu kami. Aku kembali masuk dalam masa laluku teringat satu tahun lalu, ditempat inilah kami merayakan hari jadi kita yang pertama dengan makan malam romantis. Ribuan bunga mawar merah dia tata rapi dan puluhan balon mwerah disulapnya menjadi rangkaian yang membentuk jantung hati. Lilin kecil menambah suasana romantis itu. Dia selalu membuat sesuatu yang membuatku selalu bahagia disampingnya. Dia berikan sebuah kalung berliontin berlian untukku. Dia kenakan dileherku “i love you sayang” katanya sembari memelukku dan mencium keningku. Tak kuasa ku menjaga linangan air mataku saat aku menyadari itu hanya kenagan kini. Kupegang kalung cantik itu yang masih menghiasi leherku. Kamu kemana sih ? tanyaku dalam hati. Ku mencoba menahan tangisku didepan kedua orang tuaku, aku tak mau merusak kebahagiaan mereka.
Sesampainya dirumah aku langkahkan kaki ku menuju kamarku, saat kubuka pintu kamarku. Perhatianku langsung tertuju kepada sebuah bingkai foto besar yang berisi foto-foto kenangan kami berdua yang dia abadikan tanpa aku ketahui. Ini adalah kado hari jadi kami yang kedua. Ku rabahkan tubuhku diatas ranjangku, ku teteakan air mataku mengingat semua kejadian dan kenangan bersamanya. Tuhan dimana dia? Tangankupun berusaha menggapai boneka besar yang ada disampingku, boneka panda besar dengan kalung berliontinkan inisial nama kami B dan R dalam satu hati. Kalung emas putih yang dia pasangkan dileher boneka itu dan aku teringat kata-katanya “aku beli ini biar bisa jadi temen kamu bobo” jantungku berdegup sangan kencang apa yang harus aku lakukan dengan barang-barang ini? Semuanya membuatku teringat kepadanya. Tekatku tak akan ku buang semuanya, dia teramat indah untuk ku lupakan.
Semua kegiatanku kembali seperti biasanya tanpa dia disisiku. Ku kembali bersekolah dan melakukan aktifitasku seperti biasa namun mama dan papaku tidak memperbolehkanku menjalani aktifitas diluar belajar dan kepentingan ujianku. Semua teman disekolah dan guru-guruku tak satupun mengetahui keberadaan Rizky pangeranku. Mengapa semua tak tahu keberadaannya? Kulalui semuanya sendiri hingga kelulusanku tiba, sempat ku ingat rencana kami berdua untuk merayakan kelulusan kami ditepi danau tempat kami berdua mengiikrarkan hubungan kami.
Aku putuskan untuk ketempat itu sepulang sekolah.
                “sayang, aku udah disini. Kamu dimana?” ujarku
Aku menagis mengingatnya, aku terlalu kehilangan sosok laki-laki tampan itu. Kuhabiskan waktuku ditempat itu hingga sore hari tiba. Saatku sadari mengapa tidak ku tanyakan kepada mama dan papanya, kuputuskan mengendarai mobilku kerumah Rizky. Sesampainya disana aku melihat mobil papaku, itu memn=buatku semakin penasaran. Aku masuk kedalam rumah itu saat aku sampai didalam aku mendengar mamaku berbicara
“terima kasih sekali mbak, aku tidak menyangka begitu besar cinta Rizky terhadap Bintang. Hingga dia mendonorkan hatinya untuk Bintang. Seperti apa pesan Rizky, aku belum memberi tahukan kepergian Rizky mbak” ujar mamaku
“maksud mama? Donor hati? Kemana sekarang Rizky mah?” ucapku sambil menahan tangisanku
“Bintang?” ujar mereka kaget dengan keberadaanku
“iya ini Bintang mah. Bintang yang menagis setiap malam karena kehilangan Rizky tanpa alasan! Bintang yang mama papa bohongin!! Binta yang selalu mencari keberadaan Rizky sampai detik ini!! Iya mah, ini Binang yanng sangat mencintai Rizky!!!” ujarku meluapkan emosiku karena mama dan papaku menyembunyikan rahasia besar ini
“bukan begitu sayang” ujar papaku
“lalu apa? Siapa yang mau menjelaskan kebohongan ini? Tanyaku menantang
“sini sayang” ujar mama Rizky sambil menggandengku dan menyuruhku duduk ditengah-tengah mereka.
“Rizky sedang beristirahat ditempat yang paling indah. Dia sudah pulang kerumah Tuhan” jelas mama Rizky
“APA??!!! Kenapa tidak ada yang memberitahuku atas kematian Rizky?” ujarku marah
Mama Rizky mengajakku kedalam kamar Rizky dan memberikan sekotak kecil dan pergi meninggalkan ku didalam kamar. Kubuka kotak kecil itu dan ternyata ada sepasang cincin dan kalung berliontin bintang. Dibawahnya ada sepucuk surat, kubuka surat itu dan mulai kubaca.

Dear my princess
Hallo sayangku, udah sembuhkan sekarang? Jangan sakit lagi ya, aku takut banget kamu kenapa-kenapa. Mungkin saat kamu baca surat ini aku udah sama bidadari cantik disurga, tapi tenang sayang gak ada kok yang lebih cantik dari kamu, hehe. Mungkin sekarang kamu benci banget sama aku kenapa aku enggak dateng waktu kamu sakit dirumah sakit. Aku kecelakaan waktu aku pulang dari manggung karena aku denger dari manager aku, kamu pingsan setelah lomba dance itu. Oiya sayang, selamat ya kamu menagin perlombaan itu, aku tau kamu pasti menang.aku lanjutin ya sayang, kakiku dua-duanya harus diamputasi. Hancur sayang kehilangan kedua kakiku dan saat itu juga aku denger kamu membutuhkan donor hati karena fungsi hatimu sudah rusak parah. Dan aku memutuskan untuk memberikan hatiku untuk kamu. Aku enggak mau tambah hancur lagi! Aku udah hancur kehilangan kakiku dan aku juga gak mau kehilangan kamu dan hidup sendiri tanpa kamu! Kamu baik-baik ya sayang aku yakin kamu pasti dapetin yang lebih baik dari aku. Aku sayang kamu lebih dari apapun! Aku enggak peduli, aku kehilangan hatiku. Yang aku mau hanya kamu bahagia sayang. Aku yakin cinta kita tidak akan pernah mati walaupun kita sudah beda alam.
Rizky.

“aku jaga semuanya demi kamu. i love you sayang, sampai bertemu disurga ya.” 
takkuasa ku teteskan air mata ini akhirnya ku temukan jawabanya, dia pergi karena besarnya cintanya kepadaku. maafkan aku sayang, aku sempat membenci akan kepergianmu....

Comments

  1. hahaha.. bagus, tp terlalu romantis jarang aja pke bgt cowok kaya gt

    ReplyDelete
  2. ya itu yang dicari. ha ha, cowok romantis dikhayalan :p

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts