Hadiah terindah dari Tuhan

Yogyakarta, 9 Maret 1994 disebuat rumah sakit lahir seorang bayi mungil.
Ya itu aku, terlahir dari sepasang suami istri yang telah meiliki satu putra sebelumnya. Dewi Utari nama pemberian bapakku tersayang. mereka mengharapkan aku enjadi wanita kuat, mampu bertahan dalam keadaan genting sekalipun seperti tokoh wayang jawa yang namanya menjadi namaku sekarang.
Aku lahir bukan dikalangan atas, bapakku hanyalah seorang PNS golongan rendah sedangkan ibuku seorang ibu rumah tangga. Walaupun begitu semua sudah cukup untukku. Aku dibesarkan disebuah kontrakkan kecil disebuah kampung diJogjakarta. Disekeliling rumah kontrakan ku banyak tinggal mahasiswa seni, mungkin dari situlah kesukaanku terhadap seni.Waktu kecilku ku habiskan dengan bermain disebuah halaman yang sedang dengan para mahasiswa seni, diajarkannya aku menyanyi, menari dan bercerita.
Hingga aku tepat berusia 4,6 tahun, disinilah awalku temukan arti hidupku.
Diumur kecilku, aku adalah seorang yang sakit-sakitan, berawal dari demam tinggi hingga penyakit kuning menjeratku. Saat pertama kali aku injakkan kakiku disebuah TK tempatku bermain, aku tergelincir dan kakiku harus digibs, sering kali ku alami kejadian itu. tanganku, kakiku tak ada yang luput! Dibawanya aku keseorang Dokter spesialis anak, aku dichek semuanya. Dan ternyata HB ku hanya 3,6. Pernah kalian bayangkan? betapa pucat raut wajah seorang gadis mungil yang harusnya masih terpasang senyum lebar. Dokter menyarankanku untuk tidur disebuah rumah sakit swasta diJogja, tak lama aku disana. Aku terpenjara dinding lembab dengan segala macam jarum suntik dan yang menepel ditubuhku. Sakit !!!! Aku benci keadaan itu, aku ingin pulang!! Aku ingin bernyanyi dan menari seperti biasanya!! Aku rindu boneka-boneka kesayanganku!! Hingga akhirnya ibuku engemasi semua peralatanku aku fikir aku akan diajaknya pulang namun ternyata tidak! Aku harus berpindah rumah sakit yang lebih memadahi untukku berobat. Bu, apa yang terjadi kepadaku? tanyaku polos kepada seorang wanita yang selalu tersenyum walaupun aku tau terasa sesak didadanya karena kondisiku. Tak pernah terlontar kalimat penjelas apa yang terjadi kepadaku hanya "adek mau dibawa kerumah yang bagus, biar adek bisa nyanyi lagi". Aku tetap harus terbaring diranjang ruah sakit yang benar lebih bagus daripada sebelumnya. Hari-hari ku lewati dengan rutinitasku didalam rumah sakit! Obat, jarum suntik, infus!! semuanya yang membuatku tersiksa. Ibuu adek mau main, adek mau lari-lari sama mas buuuuuu.
Suatu ketika perawat itu datang kekamarku, dia menyuntikkan obat bius. dan tertidurlah aku, dibawanya aku kesebuah ruangan penuh kabel. entah apa yang ereka lakukan kepadaku!!! Saat aku bangun, aku langsung muntah karena rasa mualku. saat aku melihat kasurku, rambutku berserakan kemana-mana. ku pegang kepalaku, ku usap dan ku dapatkan rambutku lepas begitu saja. "Bu, rambutku m]kemana?" tanyaku polos setelah menyadari bahwa aku setengah borak! " Enggakpapa, besok pasti tumbuh lagi lebih bagus" jawabnya menenngkanku! Nafsu makanku mendadak tinggi, entah apa yang mereka berikan dan ternyata itu obat nafsu makan. Tubuhku yang mungil dengan rambut sebahuku berwarna merah dan berponi dora itu sudah berubah. rambutku habis, badanku membengkak, pipiku membesar! aku berubah menjadi boboho!!!! Mereka sering melakukannya kepadaku, aku dibawa kesebuah runagn itu lagi, mereka suntikan cairan ke tulang belakangku!! mereka membuatku kesakitan!!!! Pernah ibuku bertanya "adek mau enggak jadi dokter?" dan jawabku polos " mau bu, adek mau jadi dokter biar besok gedenya bisa nyuntik bu dokter. biar tau kalo disuntik itu sakit!" ucapku penuh ambisi. 3bulan aku terpenjara didalam rumah sakit menyebalkan itu!!! tak ku sadari kakiku lumpuh, aku haris diberi bantuan saat ingin berjalan kekamar mandi sekalipiun. Kenapa aku? aku ingin enari bu, aku ingin berlari, aku ingin melenggang sepeerti mereka. Hingga saat itu tiba, aku melangkahkan kakiku sendiri saat ibuku pergi embelikan ku makanan dan bapakku pergi bekerja. Ku lewati dua pintu didepanku sembari ku menarik tiang infusku. Aku bermain dengan ainan dan buku-buku cerita yang ada, hingga wanita kuatku datang memelukku. " adek sama siapa? bapak mana?" ucapnya enahan tangis. "bapak belum kesini, lagi nganter mas ipung sekolah. aku sendiri ini mau baca buku" jawabku tanpa ada rasa sedih. setelh kejadian itu Dokter membolehkanku pulang, bahagia rasanya aku dapat bermain lagi seperti biasanya, aku bisa bernyanyi, menari, bermain, dan sekolah.
Aku pulang !!!!!!!!
Aku jalani hariku lagi seperti biasa, namun terasa beda saat teman-temanku menertawakan postur tubuhku yang gemuk dan tak berambut. sering ku enangis saat pulang sekolah, sering aku diejek merekaa. bahkan tak ada satupun yang mau menenmaniku bermain. Setelah kepulanganku itu 2tahun aku harus bolak-balik kerumah sakit untuk terus berobat. dan satelah aku mengerti, ternyata aku adalah pengidap penyakit LEUKEMIA atau nama lainnya adalah KANKER DARAH.
Banyak orang yang selalu mengkhawatirkan kondisiku, mereka mengangapku lemah!
aku tak suka dengan perilaku mereka, sampai sekarang!!
AKU BUKAN SEORANG YANG PATUT DIKASIHANI! AKU MAMPU BERDIRI TANPA BELAS KASIH KALIAN, AKU SEHAT AKU SAMA SEPPERTI KALIAN!! BAHKAN AKU LEBIH MAMPU MELAKUKAN SEMUA KATIFITAKU!!!!!
tak pernah mau aku dianggap lemah, orang tuaku pun memaksaku untuk menjaga kondisi dan memikirkan semua aktifitasku. Tapi untukku tidak!!! aku harus lebih mampu dari pada yang lain!! aku mau menunjukan bahwa aku sama, aku sama kuatnya dengan mereka!! 
BAHKAN AKU LEBIH KUAT!! AKU BUKTIKAN KALAU AKU BISA MENJADI SEORANG WANITA KUAT DAN TANGGUH.

Dan sekarang, setelah hampir 14tahun aku sembuh dari sakitku. aku buktikan kepada kalian semua bahwa aku bisa melangkahkan kakiku. bahwa aku mampu melakukan segala aktifitasku, bahkan lebih dari yang kalian lakukan!

Tuhan akan memberi umatnya sebuah cobaan, semuanya tak seorangpun dapat melarikan diri dari cobaan yang telah Tuhan berikan. Tapi Tuhan juga sudah merencanakan hadiah yang indah untuk kita. Untuk umatnya yang selalu mampu berdiri kokoh walaupun tersapu gelombang sbesar. Tuhan telah membberikanku hadiah yang indah atas cobaan ku itu. Tuhan telah memberikanku hadiah nafas kehidupan hingga detik ini...

Comments

Popular Posts