Bintang #1
Pernah kalian melihat bintang tak
mengeluarkan sinarnya? Pernah kalian lihat bintang menghilang kala sudah ada
lampu untuk penerangan malam kita?
Tidak!
Bintang akan terus bersinar apapun yang dia rasakan. Bintang akan tetap
bersinar walaupun ribuan lampu menyala dibumi. Dia tidak akan pernah
meninggalkan kita dan tetap memberikan hal yang terindah untuk semua manusia.
Itulah
alasan kedua orang tuaku memberiku nama Bintang, mereka ingin aku menjadi
benderang malam bagi semua orang. Amanda Bintang Harnandi, aku dilahirkan
disebuah keluarga yang sangat menyayangiku. Beruntungnya aku memiliki mereka,
orang tuaku yang selalu memberikan apa yang aku mau karena aku memang anak
satu-satunya dari keluarga itu. Papaku bekerja sebagai Direktur utama sekaligus
pemilik sebuah perusahaan properti ternama diIndonesia, sedangkan Mamaku adalah
seorang wirausaha dia membuka sebuah Butik yang menyediakan barang-barang yang
bermerek luar negri. Usaha Mamaku cukup sukses, hingga dia memiliki anak cabang
hampir disemua Mall di Indonesia.
Aku
tumbuh sebagai remaja yang supel, mudah bergaul dengan semua orang. Aku memang
terlahir dikeluarga yang kaya, namun aku tidak menjadi sombong atau berkuasa.
Aku bergaul dengan semua kalangan, aku tumbuh menjadi wanita mandiri dan suka dengan
berjuta kegiatan. Sekarang aku bersekolah disebuah SMA Swasta diJakarta,
sekolah elit dan favorit. Teman-temanku sebagian besar adalah anak dari pejabat
negara, artis, dan anak pengusaha. Mereka menyebut sekolahku kelas atas.
“Bintang
itu baik, pinter, enggak sombong, supel. Dia juara seangkatan, kapten dance dan
cheers disekolah. Fotomodel, suaranya bagus, pinter main alat musik. Dia itu
SEMPURNA!” begitu testimoni teman-temanku. Semua hidupku berasa sangat sempurna
aku bahagia dengan semua ini, ditambah aku memiliki seorang kekasih bernama
Rizky seorang gitaris Band terkenal diIndonesia dia adalah pemenang dari sekian
banyak teman-temanku yang mendekatiku. Dia berhasil meluluhkan hatiku dan
menjadi pacar pertamaku. Dia laki-laki yang baik, dia perhatian, pengertian dan
tidak banyak menuntut apapun dari aku. Hubungan kami begitu indah hingga
menginjak tahun kedua kita bersama semuanya menjadi berubah.Orang tua kami
berrencana untuk melanjutkan hubungan kami ketahap yang lebih lanjut yaitu
bertunangan. Kami me yetujui dengan senag hati, kerena memang ini yang kami
harapkan pula.
Sore
itu aku berlatih dance disekolah untuk perlombaan 3minggu lagi. Perlombaan
bergengsi dimana semua SMA diJakarta menujukkan kemampuan dancenya disini,
lomba ini selalu diadakan dari tahun ke tahun dan sekolahku selalu menjadi
Juara pertama. Maka dari itu kami semangat untuk mengikuti lomba ini.
Ditengah-tengah latihan aku meresakan nyeri dibagian kepalaku namun aku
berusaha untuk tidak merasakannya dan tiba-tiba aku jatuh pingsan. Saatku
membuka mataku aku telah berada dikamarku dan kulihat sosok laki-laki tampan
disebelahku. Rizky, selalu menemaniku disaat aku jatuh sakit walaupun
kesibukannya yang sangat padat dengan bandnya
“kamu udah bangun sayang?” sembari membelai lembut rambutku
“aku kenapa sayang?” tanyaku
“kamu tadi pingsan waktu latihan dance” jawabnya sambil
membantuku beranjak
“masih pusing?” tanyanya lagi
“iya. Sayang sini deh” kataku menariknya untuk duduk
disebelahku
“kenapa sayang?” jawabnya sambil membelai kepalaku yang aku
sandarkan didadanya yang bidang
“bentar lagi kita tunangan” ucapku girang
“iya ya, kamu udah enggak sabar?” tanyanya
“sayang, kalau aku ketemu Tuhan duluan aku mau mintak dia
jagain kamu disini. Aku mau mintak dia kasih kamu cewek yang lebih baik lagi
dari aku.” Celotehku tanpa sadar
“kamu ngomong apa sih? Tuhan enggak akan ambil kamu duluan.
Tuhan udah titipin kamu ke aku. Udah ah jangan ngomong gitu lagi! Janji ya
jangan ngomong giti lagi?” ucapnya sambil menciun kepalaku
“iyaaa iyaaa” jawabku manja
Kami
hanya diam tanpa ada kata-kata yang terlontar dari mulutku dan mulutnya. Aku
membayangkan betapa bahagianya kita besok saat menjadi satu keluarga yang
memiliki banyak anak yang cantik dan tampan.
“sayang, kamu aku tinggal gakpapakan? Bentar lagi aku ada
latihan buat konser besok” katanya memecah lamunanku
“udah mau latihan? Cepet baget ya waktunya. Iya deh gapapa,
kamu ati-ati ya sayang” ucapku
“iya. Kamu istirahat aja ya?” katanya sambil mencium
keningku dan bergegas pergi.
“iyaaa sayang” jawabku mengantarkan dia keluar dari kamarku
Aku
begitu menyayanginya dan begitu beruntung mendapatkannya. Dia sosok laki-laki
idaman semua wanita. Aku termenung dalam lamunan kenagan-kenangan indah
bersamanya. Saat-saat kami bersama menghabiskan waktu yang kami miliki. kutarik
selimutku dan kupejamkan mataku untuk beristirahat.
Tak
terasa sudah dua hari aku tergeletak dikamarku, aku merasakan tubuhku mulai
membaik dan aku memutuskan untuk berangkat kesekolah pagi itu. Begitu
semangatnya aku saat ku dengar klakson mobil Rizky yang sudah ada didepan
rumahku. Senyumnya yang manis menyambutku membuatku terus tersenyum.
Sesampainya disekolah dia mengantarku untuk masuk kedalam kelas dan duduk
dibangku yang biasa aku tempati baru dia bergi kekelasnya. Hal tak pernah
berubah sejak pertama kali kita berpacaran.
Semuanya
berjalan seperti biasanya, aku semaki merasa sehat dan mulai melakukan
aktifitasku seperti biasa. Setiap pulang sekolah aku selalu berlatih dance
bersama tim dance sekolah, kami ingin memberikan yang terbaik untuk semua yang
telah mendukung kami.
Dan
waktunyapun tiba, aku dan teman-temanku sudah mempersiapkan kostum, gerakan dan
power yang menakjubkan. Kamipun beraksi diatas panggung yang berada disebuah
mall diJakarta. Kami memberikan yang terbaik, gerakan kami tepat pada tempo,
power full dan sempurna. Teriakan-teriakan dari pendukung kami menambah
semangan kami diatas panggung, juripun tersenyum puas melihat gerakan kami.
Selesainya
kami melakukan perlombaan tiba-tiba aku terjatuh pingsan dibelakang
panggung....
Comments
Post a Comment