Telinga Baru
![]() |
| by: google |
Akhir-akhir ini ada telinga yang mendengarkan aku begitu baik. Tertawa saat semua kebodohanku terhadapnya terlontar dari bibirku dengan gamblangnya. Dia yang biasanya menjadi bahan ceritaku kepada dunia dan angin, sekarang menjadi pendengarnya.
"nggak tau, kenapa bisa baper."
"aku nggak tau apa alesan kamu kayak gitu, yaudah aku jadi suka kepo"
Hal yang selama ini menjadi banyak tanya, sekarang sukses aku tanyakan walaupun dengan jawaban yang tak menjadikan ku lega.
"aku juga nggak tau" jawabnya di iringi tawanya.
Aku lega, karena tak pernah ada hal yang mampu aku tutupi dari dia. Sampai rasaku ke diapun aku ucapkan tanpa tau akan menjadi apa nantinya. Aku tidak inginkan banyak kesalah pahaman, bahkan saat-saat aku merasa tak sanggup mengejarnya pun aku ungkapkan. Bukan karena aku ingin dia berhenti, tapi aku rasa berbicara, berbagi dan menceritakan apapun tentangnya bersamanya adalah hal yang tepat. Tanpa harus berpura-pura atau menjadi beda.
Teruntuk telinga baruku,
Terimakasih, satu demi satu pertanyaanku sudah aku haturkan. Walaupun bukan menjadi jawaban yang menjadi penenang. Bukan lagi kamu tujuanku, tapi lebih berbahagia dengan waktu yang masih ada. Mumpung belum ada yang menjadi jarak atau membuat jarak. Aku nikmati banyak canda, nanti kalau waktunya tiba dan kamu bergegas pergi aku punya banyak pengobat rindu.
Bukan aku ingin kamu pergi, tapi bukankah pertemuan akan menjadi sepasang dengan perpisahan? Seperti banyak lirik lagu yang terlontar dari lagumu "terlalu mencintai akan membunuhmu" dan sekarang aku sedang mencintaimu seperti itu. Aku mempersiapkan diri untuk hal terburuk. Aku akan melepasmu dengan wanita baik-baik nantinya.
Setidaknya, kamu tau bahwa "kamu" yang sering aku tuliskan adalah kamu.
Setikanya kamu tau bahwa aku sedang mengusahakanmu untuk menjadi bersama.
Setidaknya kamu tau bahwa kamu adalah laki-laki yang sedang aku kagumi sekarang.
Aku mengagumi cara berpikirmu, kecerdasanmu sampai kebodohanmu.
Semoga egoku umtuk terus berbagi dan bahagia menjadi egomu nanti.

Comments
Post a Comment