Kamu candu!
kamu lebih dari sekedar candu untukku.
tulangku melunak saat tatapmu tak berani ku lihat.
wangimu menjauh saja aku tak mampu berdiri tegak
aku berlebihan? YA!
aku terlalu kekanak kanakan? YA!
aku tak sekokoh yang orang tau? YA!
aku lemah tanpa ada ribuan tatapan darimu
aku rindu kamu. sampai aku tak tau akan melakukan apa..
aku layu saat bumi memutar waktu..
harus berapa lama aku menunggu cahaya datang?
mengapa cahaya yang ku tunggu tak secepat matahari bangun?
mengapa gelap dan malam serasa lamban.
aku benci gelap!
aku benci tanpa cahaya.
aku benci saat saat tanpa kamu
tanpa tatap mu.
teruntuk kamu,
sampai saat ini aku tak tau akan berapa lama aku menunggu mu hadir dalam malamku.
mendekap tubuhku penuh hangat..
memudarkan lelah ku dengan cerita yang lembut dan tawa yang melagu..
maafkan aku jika aku terkesan memaksamu melakukan sesuatu
aku lelah menunggu, aku rapuh untuk menerka ucapmu..
aku bosan berusaha..
sampaikan padaku bahwa kamu akan bersamaku, nanti. bukan sekarang!
atau bahkan sampai akhirnya kamu berseru "berhentilah berusaha, aku tak bisa" agar langkahku jelas. tak hanya diam dan memasang muka tebal lalu mengesampingkan hatiku.
aku siap, jika memang kamu tak mau aku.
tapi coba katakan, untuk menunggu mu atau pergi berlalu..
kamu, candu terbesarku..
pembawa obat lelah dan penawar patah, aku menaruh hati padamu..
tulangku melunak saat tatapmu tak berani ku lihat.
wangimu menjauh saja aku tak mampu berdiri tegak
aku berlebihan? YA!
aku terlalu kekanak kanakan? YA!
aku tak sekokoh yang orang tau? YA!
aku lemah tanpa ada ribuan tatapan darimu
aku rindu kamu. sampai aku tak tau akan melakukan apa..
aku layu saat bumi memutar waktu..
harus berapa lama aku menunggu cahaya datang?
mengapa cahaya yang ku tunggu tak secepat matahari bangun?
mengapa gelap dan malam serasa lamban.
aku benci gelap!
aku benci tanpa cahaya.
aku benci saat saat tanpa kamu
tanpa tatap mu.
teruntuk kamu,
sampai saat ini aku tak tau akan berapa lama aku menunggu mu hadir dalam malamku.
mendekap tubuhku penuh hangat..
memudarkan lelah ku dengan cerita yang lembut dan tawa yang melagu..
maafkan aku jika aku terkesan memaksamu melakukan sesuatu
aku lelah menunggu, aku rapuh untuk menerka ucapmu..
aku bosan berusaha..
sampaikan padaku bahwa kamu akan bersamaku, nanti. bukan sekarang!
atau bahkan sampai akhirnya kamu berseru "berhentilah berusaha, aku tak bisa" agar langkahku jelas. tak hanya diam dan memasang muka tebal lalu mengesampingkan hatiku.
aku siap, jika memang kamu tak mau aku.
tapi coba katakan, untuk menunggu mu atau pergi berlalu..
kamu, candu terbesarku..
pembawa obat lelah dan penawar patah, aku menaruh hati padamu..
Comments
Post a Comment