Aku tau jika sedang tak kuasa.

bermulai dari sajak, beberapa detik lalu. semua terjawab begitu rapih.
entah akan bermuara kemana yang aku rasa, akan kah selalu pulang atau berjalan dengan menemani angin.

beberapa waktu ini aku lunglai. menatap layar pekerjaanku dengan sayu, bersuara sendu dan merasakan ragu.
entah sekarang atau lusa aku terus kaku menatap langit yang mendung.
bukan soal kenapa, tapi pada siapa kakiku akan bersimpu.
rapuh? bukan.
lelah? iya!

mungkin tenaga extraku sedang dipendam untuk beberapa saat lagi.
aku cukup bersabar ditemani rintikan hujan.
aku cukup punya masa untuk menunggu kapan tenagaku dapat ku keluarkan lagi.

aku sedang merasa tak berdarah dengan angin yang semakin menusuk membuat kepala hingga kaki ku layu.

Tuhan, mau dibawa kemana aku ini akan ku serahkan begitu saja kepadamu. aku sudah cukup berusaha dan saatnya tanganMu menuntunku.
Semoga apa yang sudah engkau rencanakan sama dengan apa yang aku inginkan
sekalinya tidak, aku akan berusaha menerima dengan ikhlas walaupun setidaknya aku akan menangis beberapa waktu.

Comments

Popular Posts