Satu pasang
Hidup adalah sebuah pilihan. Tuhan telah menciptakan satu pasang
Dimulai dari hidup dan mati. pagi dan malam. salah dan benar. aku dan kamu. cinta dan benci. atau datang dan pergi. bagaimana dengan baik dan buruk?
Kamu datang, dengan baik dan membawa kebahagian. Lalu sekarang kamu pergi dengan buruk dan meninggalkan duka. Lengkap satu pasang, aku kamu, datang dan pergi. baik dan buruk, lalu suka dan duka.
Seperti kamu datang dalam hidupku dan membawaku bahagia. Melengkapi hidupku, Tuhan sengaja menciptakan celah pada jari-jariku.Ya, gunanya untuk kau lengkapi dengan celah yang ada dijari-jarimu.
Hidup adalah pilihan. Pilihanmu untuk mengucapkan selamat datang. kamu memintaku untuk menerima. Namun aku juga memiliki dua pilihan, menerima atau menolak. Tapi pada kenyataannya, aku memilih untuk menerima. menerimamu datang dalam hidupku. Lalu sekarang, kamupergi. ganjilnya kamu tak mengucapkan selamat tinggal untukku?
Bukankah semuanya satu pasang, datang dan pergi. baik dan buruk dan selamat datang lalu selamat tinggal.
Dimana selamat datangmu? Waktu itu kamu mengucapkannya, lalu sekarang dimana selamat tinggalmu. Lupa mengucapkannya atau sengaja tidak mengucapkannya?
Sekarang aku hidup dalam kebimbangan, bukankah bimbang berteman dengan keyakinan?
Tapi, bukakah bimbang adalah diantara maju atau mundur. Mereka sepasang! KENAPA KITA TIDAK BISA SEPASANG?!
Aku takut untuk maju, takut keadaannya semakin memburuk. Kalau aku mundur, aku membohongi perasaanku.
Aku membutuhkanmu, namun sebuah hubungan adalah maju karena saling membutuhkan. Jika aku membutuhkanmu, lalu kamu tak membutuhkanmu apakah semuanya akan maju?
Aku takut, nanti saat aku memiliki kehidupan baru. kamu datang (lagi) lalu kamu memintaku untuk kembali bersamamu menjalin rangkaian hidup yang pernah kamu tawarkan. Aku takut aku harus bimbang (lagi) aku harus memilihmu atau kehidupan baruku.
Untuk saat ini aku pilih untuk menunggu, tapi bukankah meunggu itu bukan pilihan. Pilihannya terus mengejarmu atau berhenti sampai disini?
Aku pernah, aku pernah memilih untuk mengejarmu. Namun kenyataannya NIHIL.
Lalu apakah aku harus menjatuhkan pilihan pada...menyudahi semuanya?
Aku hanya memberi satu kesempatan untuk orang yang aku cinta. aku takut! Aku takut untuk kamu datang dan meminta kesempatan lagi. Jujur, aku menginginkan kamu!
Lalu kapan kamu akan memberikan ucapan selamat tinggal atau meneruskannya?
Aku berharap, kamu akan mengucapkan selamat tinggal..untukku :)
Dimulai dari hidup dan mati. pagi dan malam. salah dan benar. aku dan kamu. cinta dan benci. atau datang dan pergi. bagaimana dengan baik dan buruk?
Kamu datang, dengan baik dan membawa kebahagian. Lalu sekarang kamu pergi dengan buruk dan meninggalkan duka. Lengkap satu pasang, aku kamu, datang dan pergi. baik dan buruk, lalu suka dan duka.
Seperti kamu datang dalam hidupku dan membawaku bahagia. Melengkapi hidupku, Tuhan sengaja menciptakan celah pada jari-jariku.Ya, gunanya untuk kau lengkapi dengan celah yang ada dijari-jarimu.
Hidup adalah pilihan. Pilihanmu untuk mengucapkan selamat datang. kamu memintaku untuk menerima. Namun aku juga memiliki dua pilihan, menerima atau menolak. Tapi pada kenyataannya, aku memilih untuk menerima. menerimamu datang dalam hidupku. Lalu sekarang, kamupergi. ganjilnya kamu tak mengucapkan selamat tinggal untukku?
Bukankah semuanya satu pasang, datang dan pergi. baik dan buruk dan selamat datang lalu selamat tinggal.
Dimana selamat datangmu? Waktu itu kamu mengucapkannya, lalu sekarang dimana selamat tinggalmu. Lupa mengucapkannya atau sengaja tidak mengucapkannya?
Sekarang aku hidup dalam kebimbangan, bukankah bimbang berteman dengan keyakinan?
Tapi, bukakah bimbang adalah diantara maju atau mundur. Mereka sepasang! KENAPA KITA TIDAK BISA SEPASANG?!
Aku takut untuk maju, takut keadaannya semakin memburuk. Kalau aku mundur, aku membohongi perasaanku.
Aku membutuhkanmu, namun sebuah hubungan adalah maju karena saling membutuhkan. Jika aku membutuhkanmu, lalu kamu tak membutuhkanmu apakah semuanya akan maju?
Aku takut, nanti saat aku memiliki kehidupan baru. kamu datang (lagi) lalu kamu memintaku untuk kembali bersamamu menjalin rangkaian hidup yang pernah kamu tawarkan. Aku takut aku harus bimbang (lagi) aku harus memilihmu atau kehidupan baruku.
Untuk saat ini aku pilih untuk menunggu, tapi bukankah meunggu itu bukan pilihan. Pilihannya terus mengejarmu atau berhenti sampai disini?
Aku pernah, aku pernah memilih untuk mengejarmu. Namun kenyataannya NIHIL.
Lalu apakah aku harus menjatuhkan pilihan pada...menyudahi semuanya?
Aku hanya memberi satu kesempatan untuk orang yang aku cinta. aku takut! Aku takut untuk kamu datang dan meminta kesempatan lagi. Jujur, aku menginginkan kamu!
Lalu kapan kamu akan memberikan ucapan selamat tinggal atau meneruskannya?
Aku berharap, kamu akan mengucapkan selamat tinggal..untukku :)
Comments
Post a Comment