Terserah-
Dimulai dari tangisan dan ketakutan.
Aku tau aku bukan wanita yang baik dan bukan juga tercipta menjadi bidadari, untuk melangkah saja harus melalui kerikil tajam. Berkali-kali ku coba labuhkan hatiku namun tak ada yang mampu membuatku bertahan. Tak ada yang tulus! Aku hanya dijadikan sebuah aset mereka untuk mendapatkan ketenaran atau hanya untuk sensai sebuah acara. Atau si dia yang hanya menyimpan rasa tanpa berani memperjuangkan? Ya, aku sadar aku bukan apa-apa yang patut untuk diperjuangkan. Sering kali aku gagal membuatku terlalu asik dengan apa yang ada didepanku, ya setidaknya untuk menutupi sakitku. Aku merasa mereka tak dapat menerimaku yang seperti ini, namun ini lah aku! Apa aku harus berubah menjadi wanita pendiam dan hanya mau tersenyum dengan sebagian orang? Atau mereka berfikir aku terlalu lenjeh? Ya memang aku ramah dan ramai. Terlalu ramai mungkin! Kalau hanya untuk berteman aku mudah, tapi untuk membuka hati? Tidak semudah itu dan tidak seperti apa yang mereka fikir!
TERSERAH kalau mereka berfikir aku seperti apa. Aku tak mau peduli, yang tau aku seperti apa adalah aku sendiri dan orang yang ada disekitarku! Mulut kalian yang menghinaku akan selalu ku biarkan membuka lebar. Kebenaran akan terbuka, dan karma akan selalu hadir disetiap kejadian.
Hingga kini kakiku masih saja berat untuk melangkah! Aku takut tak bisa dia menerimaku apa adanya, aku takut hanya sensasi yang dia cari. Aku belum mampu jatuh cinta, kalau tertarik ya aku tertarik dengannya. Aku menyukainya, namun aku yakin dia menjadi apa yang aku bayangkan. Aku yakin dia juga tak mencintaiku, dan suatu saat nanti aku akan dibuatnya menangis! Karna ini semua terlalu indah dan akan berujung tangisan-
Aku tau aku bukan wanita yang baik dan bukan juga tercipta menjadi bidadari, untuk melangkah saja harus melalui kerikil tajam. Berkali-kali ku coba labuhkan hatiku namun tak ada yang mampu membuatku bertahan. Tak ada yang tulus! Aku hanya dijadikan sebuah aset mereka untuk mendapatkan ketenaran atau hanya untuk sensai sebuah acara. Atau si dia yang hanya menyimpan rasa tanpa berani memperjuangkan? Ya, aku sadar aku bukan apa-apa yang patut untuk diperjuangkan. Sering kali aku gagal membuatku terlalu asik dengan apa yang ada didepanku, ya setidaknya untuk menutupi sakitku. Aku merasa mereka tak dapat menerimaku yang seperti ini, namun ini lah aku! Apa aku harus berubah menjadi wanita pendiam dan hanya mau tersenyum dengan sebagian orang? Atau mereka berfikir aku terlalu lenjeh? Ya memang aku ramah dan ramai. Terlalu ramai mungkin! Kalau hanya untuk berteman aku mudah, tapi untuk membuka hati? Tidak semudah itu dan tidak seperti apa yang mereka fikir!
TERSERAH kalau mereka berfikir aku seperti apa. Aku tak mau peduli, yang tau aku seperti apa adalah aku sendiri dan orang yang ada disekitarku! Mulut kalian yang menghinaku akan selalu ku biarkan membuka lebar. Kebenaran akan terbuka, dan karma akan selalu hadir disetiap kejadian.
Hingga kini kakiku masih saja berat untuk melangkah! Aku takut tak bisa dia menerimaku apa adanya, aku takut hanya sensasi yang dia cari. Aku belum mampu jatuh cinta, kalau tertarik ya aku tertarik dengannya. Aku menyukainya, namun aku yakin dia menjadi apa yang aku bayangkan. Aku yakin dia juga tak mencintaiku, dan suatu saat nanti aku akan dibuatnya menangis! Karna ini semua terlalu indah dan akan berujung tangisan-
keren wik... SUMPAH
ReplyDelete