kutipan Bodoh

" Entah siapa yang bodoh, aku atau perasaanku. Awalnya sudah aku bilang, aku tak mau masuk dalam jurang perasaan ini dengan dia. Beribu kali aku sering berucap dengan salah satu temanku "engga beb gakmungkin. aku tau dia dan seleranya." Tetapi sekarang? apakah ini yang dinamakan karma? sekarang aku terjebak dalam jurangnya, awalnya yang menyenangkan. Biasanya aku akan melakukan berbagai hal agar seseorang tak mendekatiku. Namun dengan cuma-cuma aku memberikan kesempatan untuk dia dekat denganku, ya mungkin dia adalah bagian dari masa laluku. Yang lain perlu bersusah payah agar aku juga mau bertanya tentang kesibukannya, namun dia? Entah aura apa yang dia punya hingga bisa membuat aku seperti ini. Luka lamaku hilang dan kebahagiaanku datang. Aku memang sengaja bertemu dengannya sebelum semuanya jauh, agar dia tau aku yang sebenarnya. Pertemuan pertama tak ada yang berubah, sikapnya tetap seperti biasa. Hingga aku jujur tentang masa laluku yg memalukan dengannya, entah setan apa yang membuat aku berani membicarakan itu. yang ada dipikiranku hanya "gue cuma pengen dia tau gue apa adanya, gue sayang sama dia dan gak ada yang mau gue tutup-tutupin sama dia. biar engga ada masalah diakhir nanti"
Bodohnya aku yang tak mau berfikir dulu tentang itu, tapi ya aku tidak mau dibohongi dan aku tak mau membohongi. Sekarang? Ya pastinya sangat berbeda, entah siapa yang menjauh aku atau dia. Aku juga tak berusaha meraihnya untuk tetap disini bersamaku, karna aku memang merasa tak pantas untuknya dari awal.
Tapi setiap aku mulai mundur, entah apa yang membuatnya mendekat. Entah dia sadar atau tidak kalau aku menyayanginya, mungkin dia berfikir negatif tentang aku dengan masalaluku, aku juga tak tau bagaimana aku menjelaskan ini semua kepadanya. yang ingin aku utarakan hanya "ini karna aku merasa... ya aku menyayangimu! jadi jangan berfikiran bodoh dengan apa yang pernah kita lewati berdua"
Dia baik! sangat baik! Dia memilih melihan seorang wanita cantik tanpa taburan bedak dan pakaian seksy. Jarang laki-laki bisa berfikiran seperti itu. "sederhana itu cantik" katanya.
Semakn kesini aku merasa salah menilainya, dulu aku menganggapnya buruk. Namun ternyata tidak seburuk yang aku fikirkan.
"suatu saat nanti jika kamu membaca ini, aku hanya ingin kamu tau bahwa semua yang telah kita lalui berdua karna aku menyayangimu. maafkan aku kalau sikap dan caraku berbicara tidak mengenakkan hatimu. aku memang seperti ini, ceplas ceplos dan terlihat galak. mungkin masih bisa kurubah untuk kebaikanku sendiri, aku juga tak memaksamu untuk membalas rasa ini dan menjadi milikku. tapi aku hanya ingin meluapkan isi hatiku. Terima kasih atas beberapa bulan belakangan. dan ketauilah tidak ada yang lain cuma kamu. beberapa orang berusaha menggantikanmu,  tapi inilah aku. jika memang kamu yang aku mau ya sampai kamu berbahagia dengan yang lain mungkin nanti aku baru akan pergi." Terima kasih akan segalanya, aku tak pernah keberatan dan merasa kamu rugikan selama ini. I LOVE U mbeb :* "

kutipan kebodohan #1
entah ini dialami oleh siapa dan bagaimana keadaannya, tapi saya tau rasanya :)

Comments

Popular Posts