Tuhan kuatkan aku dalam nama Cinta

]"tapi Ki, aku cuma main sama temen-temen aja. cuma nongkrong aja kok" ucapku menjelaskan kepada kekasihkku.
Aku Lita, seorang mahasiswi  semester akhir disebuah Universitas swasta di Semarang. Bukan hal baru dalam hubunganku keributan keributan seperti ini, RIzky kekasihku memang seorang tipe laki-laki dengan tingkat cemburu yang tinggi. Rasa sayangnya yang berlebih membuatnya selalu melarangku untuk bergaul dengan sahabat-sahabatku. Entah alasan apa yang dibuatnya dan selalu saja aku menuruti kemauannya mungkin karna aku terlalu mempercayai dia dan mencintainya dengan segala ketulusan hatiku.
Rasanya seperti sesak, segala kehidupanku terus diaturnya, apapun yang akan kulakukan harus dengan persetujuannya. Namun hari ini berbeda, aku memberanikan diri untuk pergi tanpa izinnya walaupun sempat membuatku dan dia bertengkar kecil sebelumnya.
Ku arahkan roda sepeda motor ku kesebuah tempat makan yang biasa teman-temanku sambangi tanpa aku. Entah apa ang membuat mereka memaksaku untuk datang ketempat itu malam ini.
Sesampainya aku dirumah makan itu,hatiku berdegup kencang seakan akan ada yang terjadi malam ini. Ku coba hilangkan perasaan ini mungkin ini hanya ketakutanku Rizky mengetahui bahwa aku membangkang apa yang dia katakan. Ku langkahkan kakiku dengan percaya diri, namun apa yang ku lihat, jauh dari pelupuk matamu RIzky sedang memeluk wanita dengan mesranya dihadapan sahabat-sahabatku pula. Seperti tertusuk serpihan kaca. Sakit sekali, perlahan tapi pasti aku mendekati kekasihku yang sedang asik dengan wanita lain, dan sontak aku terbelala ternyata wanita itu adalah sahabat karibku. Sahabatk yang mengenalkan ku dengan Rizky, betapa hancurnya hatiku, air mata yang kutahan semenjak kulihat mereka bermesraan dan akhirnya aku teteskan disertai ucapan miris dari bibirku "terima kasih sayang" yang berdiri tepat dibelakangnya.
Sontak semua mata memandangku, Rizky, Talita kekasih barunya dan sahabatku serta semua sahabat-sahabatku. Senyum lebar yang ditunjukkan semua sahabatku berbanding terbalik dengan Rizky dan Talita.
"kamu ngapain disini! udah aku bilangkan gakusah ikut main sama temen-temen kamu" ucap Rizky yang terlihat panik
"kenapa? kamu aja ikutan main sama mereka, kenapa aku enggak boleh? takut ketauan hubungan kamu sama Talia? cepat atau lambat bakal ketauan kok yang namanya bangkai. Ternyata ini yang terjadi selama ini? Makasih ya." ucapku lantang dan membalikan badanku pergi meninggalkan mereka
"Lita, maafin aku" ucap Talita dengan lantang dan membuatku membalikkan badanku
"ambil aja ta kalo kamu mau, buat kamu aja. aku juga udah putus sama dia" ucapku santai walaupun menahan sesak didadaku ditambah senyum lebar yang mengembang dibibirku
"kalian udah putus? sejak kapan?" ucap Talita tanpa dosa
"iya udah putus. Sejak malam ini" balasku dan segera bergegas meninggalkannya
Mulai saat tu hidupku seakan hancur dan seperti dunia tak adil untukku. Aku yang dikenal periang dan selalu meramaikan suasana dalam segala hal berubah menjadi pendiam dan tertutup. Persahabatnaku dengan Talia tak sedekat dulu, aku memilih untuk menghindarinya. Sahabat-sahabatku yang lain tetap mendukung apa yang aku lakukan, mereka mengerti apa yang aku rasakan terhadap Talia. Aku juga meminta sahabat-sahabatku yang lain untuk tetap menerima Talia, karna menurutku tak adil jika Talia juga kehilangan sahabat-sahabat yang lain.
Waktu berlalu, aku sekarang telah menjadi seorang karyawati disebuah perusahaan ternama dikotaku dan tetap teguh dalam pendirianku untuk sendiri. Rasa sakit itu masih terasa hingga sekarang masih terasa sesakku ini. Namun apapun yang terjadi aku harus tetap melangkah, ini hidupku dan ditanganku lah semuanya berjalan. Siakpku yang kembali seperti dulu periang dan tak kenal tangisan ya walaupun masih terasa kepedihan itu. Ternyata ada seseorang laki-laki yanh memperhatikanku selama ini, gayanya yang menyenangkan sedikit membuatku berani membuka hatiku. Dia memang gigih untuk mendapatkan kata cinta dari bibirku. Keteguhannya membantuku membuka diri untuk sekedar makan malam dengannya. Malam ini malam yang aneh mungkin untuk ku karna sekian lama sudah aku tak pernah pergi bersama laki-laki yang bukan sahabatku. Salat tingkah rasanya, ku bongkar lemari pakaianku, ku jajal pakaian-pakaianku yang cukup menyita waktuku. Dandanan yang selama ini tak pernah ku lakukan malam ini ku coba lakukan lagi. Selesai bersiap ternyata dia sudah siap didepan rumahku dengan gaya yang tidak jauh beda dikantor. Kemeja lengan panjang yang rapih dan celana jins membuatna semakin membuatku merasa bahagia mengenalnya. Dia membawaku kesebuah rumah makan yang biasa amenurutku, sering kami sambangi bersama teman-teman yang lain tapi entah kenapa malam ini terasa berbeda, lebih menyenangkan mungkin atau apalahsebutannya yang jelas aku menikmati malam ini
"kenapa gak dimakan makanannya? engak suka? atau mau pesen yang lain?" tanyanya yang membuatku melepas lamunanku
"hah engak kok. haha" jawabku
"terus kenapa engak dimakan?" tanyanya lagi
"enggak kok, ni dimakan" jawabku sembari menikmati makanan yang sedari tadi hanya aku mainkan
"Lita, ada yang aku mau omongin sama kamu" ucap Bima, laki-laki tampan yang ada dihadapanku ini
"ngomong aja, kan dari tadi juga udah ngomong kan?" jawabku santai
"embh, Lit aku suka sama kamu" ucapnya polos dan tanpa basa-basi
Aku tersedak mendengar kata-taka Bima tadi, Bima bergegas mengambilakn air yang ada disamping tanganku
"makasih" ucapku setelah menengguk sedikit air minunku
"Kamu gak becanda kan bim?" tanyaku kembali
"aku serius Lit." jawabnya sembari menundukan kepalanya seakan tak berani menatapku
Aku hanya tersenyum kecil dan mulai berfikir, ini saatnya aku untuk kembali melangkah menuju masa depanku. Sudah bukan saatnya lagi aku harus berdiri dalam luka yang kian lama kian melekat dibenakku, mungkin Bima adalah laki-laki kiriman Tuhan yang akan membantuku berdiri tegar lagi seperti dahulu sebelum aku merasakan luka yang membuatku merana dalam tawaku.
Apa salahnya aku mencoba membuka hatiku untuknya, terihat Bima laki-laki yang baik dan menerima kekuranganku ini. Dia sosok laki-laki dewasa dan apa lagi yang aku ragukan untuk membalas perasaannya kepadaku?
"terus mau kamu?" jawabku singkat dan sediit membuatnya merasa bingung
"aku pengen kamu jadi pacar aku" jawabnya lantang tanpa ragu dan mengangkat kepalanya sembari menatap mataku dengan lekat.
Seperti kulihat sebuah taman yang indah dimatanya, seolah dia akan membawaku pergi ketaman itu. Taman yang penuh kehangatan yang diatawarkan kepadaku. Semakin ku mantabkan hatiku unuk memberikan kesempatan untuknya membuat hariku kembali berwarna
"kalo aku gak mau gimana?" tanyaku menggodanya
"gapapa kok, aku cuma gakmau aja kalau aku harus kehilangan kamu sebelum aku ngomong perasaan aku ke kamu" jawabnya tegas dan tak hentinya menatapku, walaupun sedikit terlihat kekecewaannya akibat kata-kataku
"hahaha, kamu lucu ya" balasku dengan santainya, terlihat muka yang memerah darinya
"Bima, aku mau jadi pacar kamu" jawabku singkat yang memulai semua awal kisah cintaku.
Sejak malam itu, hariku mulai berwarna lagi, tawaku mulai mengembang akibat sikapnya yang tak ada habisnya membuatku bahagia, dia menepati janjinya untuk membawaku kesebuah taman yang indah dengan cinta yang aku terima darinya. Walaupun belum sepenuh hatiku dia dapatkan, namun dia berhasil membuatku menjadi ratu dalam tingkatnya. Hubungan yang sangat indah dan menyenangkan, hampir tidak pernah terjadi pertengkaran antara kami. 1tahun sudah kami menjalani hubungan indah ini, hubungan yang membuatku mengerti akan apa arti kehidupan. Hadiah yang paling membuatku bahagia dikala tahun pertama kami bersama adalah, dia memintaku untuk menjadi pasangan hidupnya untuk selama-lamanya didepan keluargaku dan sahabat-sahabatku. Papa, mama dan semua orang merestui hubungan kami. Malam yang indah untukku, tak pernah kusangak bahwa dialah ternyata pasangan hidupku kelak. Untuk kedua kalinya kau menerima apa yang dia tawarkan kepadaku untuk menyambangi sebuah taman yang lebih indah dari sebelumnya. Namun Tuhan berkata lain, Tuhan seakan tak mengizinlkan ku untuk melangkah bersamanya dalam jenjang yang lebih serius. tepat 1bulan sebelum pertuangan kami, aku jatuh sakit. Sebuah musibah besar untukku! Namun, apa yang kubayangkan meleset. Bima, dia tidak ada disampingku saat aku membutuhkannya. entah apa yang terjadi, tiba-tiba dia menghilang tanpa kabar saat aku terkapar dirumah sakit. Entah apa yang membuatnya pergi meninggalkanku. Aku merasa dunia telah hancur saat itu, tepat 1 bulan sebelum petunanganku dia pergi meninggalkanku yang ternyata penyebabnya adalah, kista yang aku alami. Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi! seakan semuanya tak adil lagi untukku, Aku harus mengalami kejadian yang sangat membuatku hancr! sebagai seorang wanita, aku bukan wanita sempurna dan beruntung! Laki-laki yang dulu membuat duniaku berarti pergi meninggalkanku karena penyakitku ini, dia menganggapku tak dapat memnghadsilkan keturunan dalam pernikahan kami kelak, dia pergi tanpa kabar, tanpa ucapan dan tanpa penjelasan. Ini yang namanya dunia? keapa harus sekeras ini! begitu tidak adil bagiku!!!!
"ma, lita enggak bisa jadi wanita yang hebat kayak mama" ucapku sembari menangis didalam pelukan mamaku
"tidak sayang, kamu terlahir untuk menjadi wanita yang tangguh! lebih tangguh dari mama" balasnya memberiku ketenangan
"ini bukan karna mama cuma mau memberi semangat kan? Ma, lita enggak bisa kasih cucu buat mama.Maafin Lita ma" ucapku sembari menyeka air mata yang menetes deras dipipiku
"Bukan kehadiran seorang cucu yang mama harapkan dari kamu sayang, mama hanya mengharapkan kamu menjadi seorang wanita kuat diatar ombak besar yang berusaha membuatmu terjatuh. Kamu percaya akan kasih Tuhan untukmu nak, Tuhan akan berikan yang terbaik buat kamu" jawab wanita hebatku.
Sejak saat itu, aku berusaha menjadi kuat, aku lalui hidupku tanpa "kekasih" lagi. Semua hal aku lalui sendiri, tanpa ada rasa takut aku menjalani hidupku. Aku pasrahkan semuanya kepada Tuhan, aku tetap berusaha untuk membesarkan harapan aku mampu bertahan dengan kekuranganku.
Dan ternyata tepat apa yang mamaku katakan, 6bulan setelah aku keluar dari rumah sakit seorang laki-laki yang tak sangaka datang. Dia Krisna, laki-laki yang sangat dingin dan ya, dia atasanku.Seorang pemimpin yang tangguh, dan bijaksana. Sikapnya yag keras membuat semua anak buahnya bekerja dengan maksimal. Krisna dengan tiba-tiba menyambangi kediamanku dan memintaku untuk menjadi pasangan hidupnya, entah apa yang terjadi, memang semenjak aku dirumah sakit, kedekatanku dengannya mulai berlanjut. namun takku sangka dia menyimpan rasa kepadaku, aku berusaha mati-matian untuk meyakinkannya, namun apa yang terjadi? semua percuma
"aku gak perduli Lita kamu bisa kasih keturunan atau enggak buat aku, aku enngak peduli akan kata orang diluar sana. Aku mencintai kamu apa adanya, semangat kamu yang tinggi membuat aku mengerti akan arti tarikan nafasku" balasnya.
"mama papa kamu? iya Kris kamu bisa nerima aku. Tapi keluarga kamu? Pernikahan bukan hanya menyatukan kita berdua, tapi juga keluarga! Mereka harus tau siapa calon menantu mereka, seorang penderita Kista yang tak mampu memberikan keturunan untuk anaknya! Aku bukan wanita sempurna Krisna" ucapku sembari meneteskan air mataku
"Mama, papa dan keluargaku tau apa yang terjadi dengan kamu. Dan mereka memberikan restu untuk wanita pilihanku, apapun yang terjadi dengan kamu" ucapnya
Hatiku mulai luluh dan aku menerima ajakanya untuk menikah, walaupun aku belum bisa mencintainya, tapi dia laki-laki yang bisa menerimaku apa adanya! Aku bisa belajar mencintai laki-laki yang bisa menerimaku apa adanya. Kisah cinta yang singkat, tepat 6bulan kebersamaanku dan dia. Kami mengikrarkan janji suci sehidup semati kita. Semua keluargaku, keluarga Krisna, sahabat-sahabatku dan semua yang kamii kenal menyaksikannya.
Rumah tangga yang selama ini aku impikan sekarang sudah aku alami, dan ketulusannya membuatku perlahan tetapi pasti memberikan cintaku sepenuhnya untuknya. Semenjak aku menikah dengan Krisna, aku mengundurkan diri dari perusahaanku dan mengabdikan diriku kepada suami yang sangat membuatku sempurna. DDan kabar bahagia yang membuatku semakin merasa sempurna adalah, 3tahun usia rumah tangga kami aku menggandung benih cinta kami berdua. Ya, aku hamil!
Tuhan memberikanku kebahagiaan kepada umatnya yang mau bersabar!
Terima kasih atas segala cinta yang pernah aku rasakan yeng membuatku lebih tegar...



Comen nya bisa disampain di
facebook : Dewik Probscream
Twitter : @deewwiik
E-mail : probscream@rocketmail.com

Comments

Popular Posts