Ini saatnya aku belajar hal baru, untuk tidak menaruh cemburu pada hati yang belum aku miliki.
Waktu banyak mengajarkan manusia menerima atau berusaha fine dengan banyak kejadian dan keadaan. Termasuk aku, bukan karena hal sepele lalu bisa menerima keadaan yang menjadi tangisan dulunya. Semua bukan tanpa usaha.
Mengusahakan untuk tidak emosional, mengusahakan untuk menerima tanpa meminta pengertian, mengusahakan menurunkan ego untuk keadaan yang lebih nyaman.
Bukan salah siapapun, ini salahku..
Saat patah lalu lelah, semua akan menjadi putus asa. Nanti saat patahan-patahan itu tersambung lagi dan lelah sejenak terobati pasti akan ada semangat lagi.
Ini masalahku, membiarkan cemburuku menguasai semua hal untuk di"halal"kan.
Bukan salahnya jika memberikan perhatian atau menunjukkan kasihnya padamu, dia berhak dan aku tak mempermasalahkan akhirnya.
Bukan salahmu juga untuk mencari yang baik, lebih baik dari aku atau bahkan yang kamu butuhkan.
Kamu berhak mencari dan mencari, semua orang berhak untuk menemukan rumahnya.
Permasalahannya ternyata aku belum bisa menerima kenyataan ini, menerima kenyataan yang selama ini berusaha aku buang jauh.
Yang menjadi persoalaan, aku memberhentikan pencarianku saat aku bertemu denganmu.
Beberapa kali untuk berusaha mencari, pada akhirnya aku tak bisa kemana-mana.
Dan memang kita tidak berhenti di waktu yang sama, atau bahkan kamu terus mencari walau entah untuk dimiliki atau bahkan mencoba mengerti banyak tempat.
Silahkan dilanjutkan, silahkan untuk terus menjadi kamu yang baik hati dan tak mau untuk melukai. Ini saatnya aku belajar hal baru, untuk tidak menaruh cemburu pada hati yang belum aku miliki.
Hanya aku mungkin yang patah hati saat yang selama ini diperhatikan habis-habisan ternyata juga diperhatikan habis-habisan oleh orang lain. Harusnya aku bersyukur karena aku tak salah menambatkan hati, pada laki-laki yang baik hati dan membuat banyak hati yang mengingini.
Selamat malam, selamat mengistirahatkan pikiran.
Masih ada beberapa hal yang akan membuatmu bahagia nantinya.
Mengusahakan untuk tidak emosional, mengusahakan untuk menerima tanpa meminta pengertian, mengusahakan menurunkan ego untuk keadaan yang lebih nyaman.
Bukan salah siapapun, ini salahku..
Saat patah lalu lelah, semua akan menjadi putus asa. Nanti saat patahan-patahan itu tersambung lagi dan lelah sejenak terobati pasti akan ada semangat lagi.
Ini masalahku, membiarkan cemburuku menguasai semua hal untuk di"halal"kan.
Bukan salahnya jika memberikan perhatian atau menunjukkan kasihnya padamu, dia berhak dan aku tak mempermasalahkan akhirnya.
Bukan salahmu juga untuk mencari yang baik, lebih baik dari aku atau bahkan yang kamu butuhkan.
Kamu berhak mencari dan mencari, semua orang berhak untuk menemukan rumahnya.
Permasalahannya ternyata aku belum bisa menerima kenyataan ini, menerima kenyataan yang selama ini berusaha aku buang jauh.
Yang menjadi persoalaan, aku memberhentikan pencarianku saat aku bertemu denganmu.
Beberapa kali untuk berusaha mencari, pada akhirnya aku tak bisa kemana-mana.
Dan memang kita tidak berhenti di waktu yang sama, atau bahkan kamu terus mencari walau entah untuk dimiliki atau bahkan mencoba mengerti banyak tempat.
Silahkan dilanjutkan, silahkan untuk terus menjadi kamu yang baik hati dan tak mau untuk melukai. Ini saatnya aku belajar hal baru, untuk tidak menaruh cemburu pada hati yang belum aku miliki.
Hanya aku mungkin yang patah hati saat yang selama ini diperhatikan habis-habisan ternyata juga diperhatikan habis-habisan oleh orang lain. Harusnya aku bersyukur karena aku tak salah menambatkan hati, pada laki-laki yang baik hati dan membuat banyak hati yang mengingini.
Selamat malam, selamat mengistirahatkan pikiran.
Masih ada beberapa hal yang akan membuatmu bahagia nantinya.
Comments
Post a Comment