FACE CARE ROUTINE

PERAWATAN WAJAH


Jadi, udah sekian lama ngeblogg dan isinya cuma galau dan (sok) puitis. Mau coba nulis kebahagiaan lain selain menulis dan bercerita dengan bahasa yang nggak tau keluar gitu aja.

Jadi, kali ini aku mau nulis tentang hobi baru yang jadi kebutuhan.
Belakangan ini kenceng dimana-mana lagi bahas tentang "kecantikan." Kenceng banget nontonin vlogg yang isinya tutorial make up sampai review make up.

"kenal make up dari kapan sih, dew?"
Dari SMA! Jadi waktu itu aku punya pacar dan nuntut banget biar aku dandan. Soalnya dari SD aku "laki banget" suka main panas-panasan, lari sana sini dan sampai SMA pun masih kaya gitu. Pertama kali kenal make up adalah eyeliner dan bedak. Itu juga diajarin sama ibunya mantan aku (bukan curhatin mantan ya)

Dari situ mulai biasa pakai bedak dan eyeliner, baru masuk kuliah semester 2 (aku agak lupa) baru nyubalah perawatan. Tempat pertama adala Naava Green, bertahan satu tahun mukanya jadi bersih. Tapi waktu itu aku sadar banget kalau muka sama leher nggak boleh belang makanya di Naava Green aku pakai semua krim perawatannya (krim pagi, krim malam, krim leher pagi, krim leher malam, krim mata). Nggak cuma krim itu yang bikin muka ku makin "bersih" tapi karena rajin facial juga.


gambar dari google
Satu tahun pemakaian nggak ada masalah sama sekali, dan karena temen-temen beda tempat perawatan ditambah lagi pemasukan ku juga alhamdullilah makin kenceng kepincutlah pindah tempat perawatan yang akhirnya aku ke Larissa Aesthetic Center sampai sekarang. Nggak ada masalah apapun yang terjadi, walaupun jadi jarang facial akhir-akhir ini yang bikin mukanya kotor banget dan jadi kering.

Gambar dari google
Kedua tempat perawatan ini nggak ada salahnya untuk di coba, ada yang cocok ada yang enggak. Dua-duanya kalau menurut aku bikin ketagihan juga. Nggak ada tempat perawatan yang nggak bikin ketergantungan (kalau ada kasih tau aku ya.) Dari pakai Naava Green terus ganti Larissa sama dokternya juga di suruh untuk memberhentikan krim perawatan yang lama untuk beberapa hari baru pakai yang baru. Nggak pakai krim pagi aja bikin mukanya bruntusan, jadi kusem dan bikin kulitnya kering. Itu berlaku untuk keduanya.

Ada beberapa ketakutan untuk datang ke tempat perawatan kayak gini karena dokternya, "kan dokternya, dokter umum darimana mereka tau kalau kulit kita a, b, c, d......" Aku juga belum punya jawaban yang tepat buat pertanyaan orang-orang yang bilang kaya gitu, tapi menurutku dokter di tempat perawatan yang kerja disana, mereka juga di training sesuai dengan SOP dari perusahaan masing-masing, mereka di kenalkan dengan berbagai macam masalah kulit wajah. Kalau aku sih percaya aja, karena di kerjaan manapun tidak akan memperkerjakan orang kalau oeang itu dirasa tisak mampu.

Perawatan itu salah banget kalau dibilang buat mempercantik diri, kalau buat aku semua orang terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, perawatan dipilih jadi salah satu tanda terima kasih dan menghargai diri sendiri. Orang-orang makin cantik setelah perawatan (katanya) itu bukan karena tempat perawatannya ngerubah muka kita. Tapi mereka membantu membersihkan dan merawat dengan rangkaian perawatan yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.

Semoga aku ngeblog ada manfaatnya ya, see you soon :)



Comments

Popular Posts